Proses Terjadinya Angin Puting Beliung

  1. Home
  2. /
  3. Uncategorized
  4. /
  5. Proses Terjadinya Angin Puting Beliung
Proses Terjadinya Angin Puting Beliung

Proses Terjadinya Angin Puting Beliung

Posted in : Uncategorized on by : admin

Proses Terjadinya Angin Puting BeliungProses Terjadinya Angin Puting Beliung

Karena pemanasan yang kuat, udara dapat terangkat dengan kuat dan cepat. Bila pemanasan yang demikian terjadi di suatu tempat, ditempat itu seolah-olah terjadi kekosongan udara yang dengan cepat pula diisi oleh udara sekitarnya sehingga daerah tersebut menjadi daerah pumpunan angin dan pengumpulan udara. Pengumpulan udara yang berlangsung sangat cepat menimbulkan pusingan angin atau angin berputar. Bila pemanasan kuat terdapat di bawah awan guntur tingkat muda yang di dalamnya terdapat gerak udara vertikal yang kuat, dan di bawah awan yang udaranya sangat lembap dapat timbul pilin udara atau angin pusing memutar awan guntur.

Puting beliung yang kuat menimbulkan bentuk kerucut pada bagian bawah

awan. Tekanan udara pada ujung kerucut awan dapat sangat rendah sehingga benda-benda di bawahnya dapat terangkat. Penurunan tekanan di tempat yang dilalui puting beliung dapat mencapai 100 sampai 200 hPa. Puting beliung umumnya timbul di atas daratan.Bila dilihat dari atas, baik yang terjadi di atas belahan bumi utara maupun di atas belahan bumi selatan, putaran puting beliung bersifat siklonal yang arahnya mengiri atau berlawanan arah putaran jarum jam. Puting beliung yang kuat garis tengahnya sekitar 200 meter; makin besar garis

tengahnya putarannya makin rendah.

Karena awan puting beliung juga awan guntur maka puting beliung juga dapat menimbulkan fenomena elektrik. Puting beliung biasanya tidak di sertai hujan sampai di tanah, meskipun ada kalanya terjadi hujan lebat di tempat sesudah dilewati puting beliung.

Proses terjadinya angin puting beliung, biasanya terjadi pada musim pancaroba pada siang hari suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul, akibat radiasi matahari di siang hari tumbuh awan secara vertikal, selanjutnya di dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan yang cukup tinggi. Arus udara yang turun dengan kecepatan yang tinggi menghembus ke permukaan bumi secara tiba-tiba dan berjalan secara acak.

Recent Posts