Tujuan Perencanaan Lokasi

  1. Home
  2. /
  3. Budidaya
  4. /
  5. Tujuan Perencanaan Lokasi
Tujuan Perencanaan Lokasi

Tujuan Perencanaan Lokasi

Posted in : Budidaya on by : admin

Tujuan Perencanaan LokasiTujuan Perencanaan Lokasi

            Tujuan perencanaan lokasi adalah untuk menetukan lokasi suatu perusahaan atau tempat usaha sebaik mungkin agar dapat beroperasi atau menjalankan proses produksi dengan lancar, biaya operasi yang rendah, kemampuan bersaing perusahaan dan memungkinkan perluasan dimasa yang akan datang.

            Bahkan di era globalisasi ini, perencanaan lokasi dapat menjadikan suatu permasalahan yang komplek, karena terdapat berbagai alternatif lokasi yang harus di pertimbangkan dengan melihat pada batas-batas negara. Perencanaa lokasi suatu usaha/perusahaan di era globalisasi ini memang mulai merambah lintas batas negara. Menurut Mitra Bestari (2004:51), globalisasi bedampak pada perencaan lokasi dalam hal :

  1. Teknologi transportasi dan komunikasi

Dengan berkembangnya teknologi transportasi dan komunikasi menghilangkan hambatan ruang dan waktu antar negara. Teknologi voice telecommunication, electronic mail, faximile, teleconference, internet memudahkan hubungan lokasi satu dengan lainnya tanpa dibatasin oleh jarak dan waktu. Kondisi ini menyebabkan perusahaan lebih mudah untuk melayani pasar yang lebih luas, dapat menambah komunikasi dan kerja sama yang lebih baik. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk meletakkan cabangnya pada lokasi yang mendekati konsumen. Komunikasi dengan pusat dapat dilakukan dengan mudah dan lancar dengan bantuan teknologi komunikasi yang telah berkekmbang dengan pesat.

  1. Biaya transportasi

Berbagai pertimbangan biaya yang menyangkut transportasi selalu berhubungan dengan usaha-usaha untuk mempercepat penyerahan jasa kepada para pelanggan. Selain itu, biaya transportasi yang rendah dapat mendukung distribusi peralatan, misalnya distribusi tempat tidur di rumah sakit, obat-obatan dan lain-lain.

  1. Kualitas kehidupan

Kualitas kehidupan dipengaruhi oleh tersedianya sekolah yang baik, tingkat keamanan yanag berpengaruh terhadap kelangsungan operasi perusahaan. Sebagai contoh, banyak perusahaan asing di indonesia yang mendirikan fasilitas sekolah dan perumahan bagi karyawannya khususnya yang berasal dari negaranya. Hal ini bertujuan agar para karyawannya dapat bekerja dengan tenang, seolah mereka bekerja di negaranya sendiri.

  1. Kuota umpor dan hambatan perdagangan menjadi menurun

Beberapa negara sering memberikan kebijakan untuk membatasi impor untuk produk-produk tertentu yang sering disebut quota. Guna mengantisipasi quota impor tersebut, banyak  perusahaan memikirkan untuk meletakkan lokasi usahanya di negara pengimpor agar tidak perlu memenuhi batasan quota impor. Sebagai contoh, perusahaan otomotif Ford dari Amerika Serikat mendirikan pabrik otomotifnya di Jepang dengan bekerja sama dengan perusahaan otomotif Jepang Mazzda. Hal tersebut bertujuan agar perusahaan Ford dapat ikut bermain dalam produk otomotif dengan cc kecil (1500 cc)

  1. Faktor-faktor Pengaruh dalam Pemilihan Lokasi

Secara umun faktor-faktor yang perlu di pertimbangkan dalam perusahaan lokasi perusahaan adalah sebagai berikut :

  1. Lingkungan Masyarakat.

Kesediaan masyarakat suatu daerah menerima segala konsekuensi, baik konsekuensi positif maupun negatif didirikannya suatu pabrik didaerah tersebut merupakan suatu syarat terpenting. Perusahaan perlu memperhatikan nilai-nilai lingkungan dan ekologi dimana perusahaan akan berlokasi, karena pabrik-pabrik sering memproduksi limbah dalam berbagai bentuk air, udara, atau limbah zat padat yang telah tercemar, dan sering menimbulkan suara bising.

  1. Kedekatan dengan pasar

Dekat dengan pasar akan membuat perusahaan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggan, dan sering mengurangi biaya distribusi.

  1. Tenaga kerja

Keadaan tenaga kerja merupakan salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan mengenai suatu lokasi usaha, terutama  bagi perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa dimana konsumennya banyak dan tersebar dalam area yang luas.

  1. Kedekatan dengan bahan mentah dan supplier

Apabila bahan mentah berat dan susut cukup besar dalam poses produksi  maka perusahaan lebih baik berlokasi dekat dengan bahan mentah, begitu juga bila bahan mentah lekas rusak maka lebih baik dekat dengan barang mentah dan para penyedia (supplier) memungkinkan suatu perusahaan mendapatkan pelayanan supplier yang lebih baik dan menghemat biaya pengadaan bahan.

  1. Fasilitas dan biaya transportasi

Tersedianya fasilitas transportasi baik lewat darat, udara dan air akan melancarkan pengadaan faktor-faktor produksi dan penyaluran produk perusahaan. Dan pentingmya pertimbangan biaya transportasi tergantung sumbangannya terhadap total biaya.

  1. Sumber daya-sumber daya (alam) lainnya

Hal yang perlu diperhatikan adalah sumber daya (alam) yang murah dan mencukupi.

 

Recent Posts