Cara Mengangkut Ikan Koi untuk Dipasarkan

  1. Home
  2. /
  3. Umum
  4. /
  5. Cara Mengangkut Ikan Koi untuk Dipasarkan
Cara Mengangkut Ikan Koi untuk Dipasarkan

Cara Mengangkut Ikan Koi untuk Dipasarkan

Posted in : Umum on by : admin

Cara Mengangkut Ikan Koi untuk DipasarkanCara Mengangkut Ikan Koi untuk Dipasarkan

Ada dua cara teknik pengangkutan yang selama ini digunaka oleh para pedagang, antara lain :

sistem terbuka
sistem tertutup
A. SISTEM TERBUKA
Cara ini dilakukan apabila jarak yang akan ditempuh tidak begitu jauh. Para pedagang menggunakan kreneng, yaitu keranjang bambu yang dilapisi aspal. Air dapat berhubungan langsung dengan udara bebas, hal ini membuat suplai untuk oksigen bisa lewat difusi dengan udara.

B. SISTEM TERTUTUP
Cara ini digunakan apabila jarak yang ditempuh cukup jauh. Untuk itu dibutuhkan wadah kedap udara. berupa kantung plastik, pengikatnya menggunakan karet gelang dan Oksigen yang diperlukan disuplai dengan oksigen murni.

Pengangkutan tertutup sangat praktis. Kantung plastik ukuran besar bisa mengangkut lebih banyak dibanding kreneng. Kendaraan dapat mengangkut kantung dalam jumlah banyak pula tanpa kuatir airnya bakal tumpah. Resiko bocor dapat diatasi dengan memberi tambahan kantung plastik dan mengemasnya dalam kardus berlapis Styrofoam. Fungsinya untuk meredam guncangan dan aman dari berbagai benturan ketika diangkut lewat jalan darat, laut atau udara. Kantung plastik yang digunakan untuk mengangkut ikan koi sama dengan kantung plastik untuk mengangkut ikan hias jenis lain.

Cara Mengangkut Ikan Koi untuk Dipasarkan

1. Suhu Air
Pertama kali yang harus diperhatikan adalah suhu air selama proses pengangkutan. Hal ini penting dikarena akan mempengaruhi aktivitas ikan selama diangkut. Suhu yang cukup tinggi akan membuat ikan bernapas lebih cepat, sehingga kebutuhan oksigen pun meningkat. Selain itu ikan lekas lelah karena tenaga terkuras akibat aktivitasnya. Proses pengeluaran kotoran menjadi cepat dilakukan sehingga kualitas air menurun drastis. Selama pengangkutan tidak dilakukan penggantian air, penurunan kualitas air dapat mengancam keselamatan ikan.

Suhu air ideal untuk ikan selama pengangkutan adalah sekitar 25° – 30° C. Suhu yang lebih tinggi akan menyebabkan ketahanan ikan menurun. Pengangkutan ikan pada suhu lebih tinggi hanya diperbolehkan untuk jarak dekat.

2. Oksigen
Dengan wadah terbatas tapi berkapasitas tinggi, perlu ditambahkan oksigen murni. Manfaatnya untuk menjamin kelangsungan proses metabolisme dan pernapasan ikan selama pengangkutan.

Penambahan oksigen murni didasarkan pertimbangan, karena kandungan oksigen di udara bebas hanya sekitar 20%. Apabila kantung hanya digelembungkan saja, oksigen yang di dalam kantung belum mencukupi.

3. Kepadatan Angkut
Kepadatan ikan yang akan diangkut dibatasi agar koi selamat sampai tujuan. Kepadatan itu menyangkut jumlah dan besarnya koi yang akan diangkut. Jika ukuran koi kecil, besarnya kepadatan lebih tinggi dibandingkan yang besar, misalnya induk koi. Pengangkutan dengan jumlah kepadatan tinggi cepat melemahkan daya tahan tubuh ikan, selanjutnya dapat mempercepat kematian.

Jarak memengaruhi kepadatan dan jumlah oksigen yang harus disediakan. Untuk pengangkutan, jarak jauh paling aman dengan kepadatan rendah dan ditunjang penyediaan oksigen yang cukup. Kalau jarak tempuh dekat, harus memperhatikan segi keselamatan ikan. Pengangkutan yang makan waktu lebih dari 10 jam perlu penanganan khusus.

4. Teknik Pengangkutan
Agar ikan sampai ke tempat tujuan dengan kondisi tetap baik dan aman selama dalam perjalanan, ada 3 hal penting yang harus diperhatikan, yaitu :
persiapan pengangkutan;
jumlah dan ukuran ikan;
cara pengepakan.
a. Persiapan Pengangkutan
Untuk mengurangi pengeluaran kotoran selama pengangkutan, koi hendaknya dipuasakan (diberok) terlebih dahulu. Setelah pemberokan yang berlangsung selama 1-2 hari, masukan satu per satu koi ke dalam kantung plastik yang sudah dipersiapkan. Sebelumnya, isikan air ke dalam kantung dengan volume seperlima bagian dari kapasitas kantung plastik. Jika digunakan untuk menampung koi berukuran 95 cm, isikan air hingga setengah badan koi atau kira-kira setinggi batas mata ikan.

Setelah ikan masuk ke dalam kantung plastik, ikat setiap ujung kantung plastik dengan karet gelang supaya kepala koi tidak masuk ke dalamnya sehingga resiko pecahnya kantung plastik bisa dihindari.

Air yang digunakan adalah air bersih yang berasal dari tanah atau PAM yang telah diendapkan selama 3 – 7 hari agar terbentuk oksigen terlarut. Air bukan berasal dari kolam yang dipakai untuk memelihara ikan, perlu diingat kualitasnya tidak sebagus air yang belum dipakai untuk memelihara ikan.

Pelaksanaan pemilihan, penghitungan, ataupun pengepakan dilakukan pagi atau sore hari, saat suhu udara dan suhu air sudah rendah. Pengepakan yang dilakukan sore hari sesuai untuk pengangkutan yang jaraknya memakan waktu lebih 12 jam. Untuk pengepakan di pagi hari paling efektif dilakukan jika waktu pengangkutan kurang dari 12 jam, karena ikan tiba di tempat tujuan masih jam kerja.

b. Jumlah dan ukuran Ikan
Untuk menjamin keselamatan ikan, harus diperhatikan hubungan antara jumlah dan ukuran ikan yang akan diangkut. Untuk ukuran besar biasanya berisi ikan dengan berat 3-4 Kg.

c. Cara Pengepakan
Dalam hal pengepakannya, persiapkan kantung plastik berdiameter (lebar) 50 cm sepanjang 160 cm. Plastik diikat pada bagian tengahnya dengan cara membelitkan bagian ujung yang satu dengan lainnya. Kemudian kedua mulut plastik dipertemukan. Plastik tersebut menjadi rangkap, karena bagian dalam dan luar sama panjangnya.

 

Sumber: https://mvagusta.co.id/ipb-beri-pelatihan-biosafety-untuk-praktisi-laboratorium/