Perladangan

  1. Home
  2. /
  3. Umum
  4. /
  5. Perladangan
Perladangan

Perladangan

Posted in : Umum on by : admin

PerladanganPerladangan

Menurut Sila & Nuraeni (2009), perladangan merupakan suatu teknik pertanian dengan cara dan perlatan yang masih primitif tanpa adanya penanaman modal sehingga hanya memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta keluarga. Perladangan masih banyak ditemukan pada negara-negara berkembang terutama di daerah tropik basah. Perladangan umunya dilakukan pada tanah yang kesuburannya dapat hilang secara cepat sehinnga memaksa terjadinya ladang berpindah. Perladangan dapat dibagi menjadi dua bagian yakni perladangan tradisional dan perladangan karena keadaan terpaksa (Sila & Nuraeni, 2009).

1. Perladangan Tradisional

Perladangan tradisional merupakan perladangan yang terdiri dari anggota suatu suku atau masyarakat yang senantiasa terikat oleh kebiasaan dan adat yang tumbuh sejak lama. Perladangan yang dilakukan meliputi teknik yang bercampur dan komponen-komponen tertentu seperti kepercayaan, pelaksanaan ibadah, susunan keluarga dan kelembagaan suku.
2. Perladangan Karena Keadaan Terpaksa.
Perladangan ini merupakan perladangan yang tidak terikat pada suatu masyarakat terbatas maupun peraturan tradisional. Perladangan ini terjadi karena masyarakat tidak memiliki tanah atau mempunyai tanah yang cukup untuk melakukan perladangan menetap sehingga memaksa untuk berpindah pada kampung-kampung lainnya.
C. Penggembalaan Ternak di Hutan
Penggembalaan ternak di hutan menyebabkan pohon-pohon di hutan dapat mati serta menimbulkan erosi tanah. Akibat dari penggembalaan ternak dihutan terbagi menjadi dua bagian yakni merugikan dan menguntungkan. Kerugian penggembalaan ternak di hutan yakni tanah-tanah yang diinjak oleh ternak dalam volume yang banyak mengakibatkan tanah terbuka dan dapat terkait pada kaki ternak sehingga mudah terbawa air ketika hujan. Tanah yang diinjak pun akan menjadi padat dan pori-porinya tertutup sehingga air hujan mengalir melalui permukaan tanah dan keadaan tersebut dapat menimbulkan erosi dengan cepat. Selanjutnya tanaman muda yang tajuknya bisa dicapai oleh ternak akan rusak sehingga mengakibatkan tajuknya gundul, batang melengkung atau patah, tanaman tercabut, kulit batang terkupas serta akar tanaman dapat muncul dari tanah. Selain itu, pada tanaman tua terjadi pengankatan akar pohon dan luka akibat injakan kaki ternak dan kulit pohon tergores karena kebiasaan ternak menggosokkan badannya paa batang pohon. Seadangkan keuntungan penggembalaan ternak di hutan adalah biji-biji alam dapat mencapai tanah dan menyebabkan banyak peremajaan alam akibat dari terbukanya tanah karena injakan ternak. Selanjutnya kebakaran hutan dapat berkurang karena serasah sebagai bahan bakar dapat dimakan oleh ternak (Sila & Nuraeni, 2009).
D. Pencurian Hasil Hutan
Pencurian hasil hutan dapat menimbulkan kerugian yang besar dibandingkan perusakan. Hal ini diakibatkan karena pencurian hasil hutan menyebabkan berkurangnya hasil hutan tersebut bahkan akan terjadi kerusakan. Hasil hutan yang sering dicuri adalah kayu dengan melakukan illegal loging, daun, getah, arang, kulit kayu, rotan serta tanaman-tanaman obat (Sila & Nuraeni, 2009).