Tentang Hak-Hak Politik

  1. Home
  2. /
  3. Budidaya
  4. /
  5. Tentang Hak-Hak Politik
Tentang Hak-Hak Politik

Tentang Hak-Hak Politik

Posted in : Budidaya on by : admin

Table of Contents

Tentang Hak-Hak PolitikTentang Hak-Hak Politik

Pendapat ini mengatakan bahwa Islam tidak menetapkan persamaan antara perempuan dan laki-laki khususnya dalam memperoleh hak-hak politik. Pendapat ini di sokong kuat dengan salh satu fatwa Lajnah Fatwaal-Azhar. Hujjatul Islam Abu Hamid al-Ghazali mengatakan bahwa kepemimpinan (imamah) tidak dipercayakan pada perempuan walaupun memiliki berbagai kesempurnaan dan kemandirian. Bagaimana perempuan tidak memiliki hak pengadilan dan kesaksian dalam banyak hokum. Sebagaimana hal ini dikemukakan al-Qalqasyandi, “Pemimpin (iman) memerlukan pergaulan dengan orang-orang bermusyawarah dengan berbagai urusan”. Perempuan dilarang dari hal tersebut. Sebab, perempuan memiliki hak menetapkan pernikahan dan tidak bisa menjadi pemimpin terhadap orang lain.

Maslah hak perempuan dalam pencalonan memiliki dua dimensi lain, yaitu

Pertama, perempuan menjadi anggota di parlemen.

Kedua, ikut serta dalam pemilihan anggota parlemen.

Untuk mengetahui ketentuan dalam kedua masalah ini, yang pertama mengandung kewenangan dalam urusan-urusan umum, maka harus dijelaskan bahwa kewenangan itu ada dua, yaitu kewenangan umum dan kewenangan khusus.

Kewenangan umum adalah kekuasaan dalam urusan-urusan masyarkat, seperti kewenangan pembuatan undang-undang, keputusan proses pengadilan, implementasi hokum, dan control terhadap para penegak hokum.

Kewenangan khusus adalah kekuasaan mengatur masalah tertentu, seperti wasiat kepada anak yang masih kecil, kewenangan terhadap harta, dan pengaturan wakaf.

Syariat memberikan kesempatan kepada perempuan dalam kewenangan kedua di atas. Dalam hal itu, ia mmiliki kekuasan seperti laki-laki, sebagaimana memiliki kekuasaan dalam memngatur kepentingan-kepentingan khusus dirinya. Ia pun memiliki hak dalam menggunakan hartanya dalam jual beli, hibah, gadai, persewaan, dan sebagainya. Suaminyan dan siapapun tidak mempunyai hak mencampuri urusan itu. Syariat menguasakan semua itu kepadanya dengan membimbingnya agar memelihara kehormatan dan kedudukannya.

Sumber :

https://okabawes.co.id/chipset-terbaru-samsung-akan-tingkatkan-performa-baterai-galaxy-s9/