Pengertian Ilmu Hukum

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. Pengertian Ilmu Hukum
Pengertian Ilmu Hukum

Pengertian Ilmu Hukum

Posted in : Pendidikan on by : admin

Pengertian Ilmu Hukum

Pengertian Ilmu Hukum

Menurut Satjipto Rahardjo Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah hukum. Ilmu hukum mencakup dan membicarakan segala hal yang berhubungan dengan hukum. Ilmu hukum objeknya hukum itu sendiri[1]. Demikian luasnya masalah yang dicakup oleh ilmu ini, sehingga sempat memancing pendapat orang untuk mengatakan bahwa “batas-batasnya tidak bisa ditentukan” (Curzon, 1979 : v).

Selanjutnya menurut J.B. Daliyo Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang objeknya hukum. Dengan demikian maka ilmu hukum akan mempelajari semua seluk beluk mengenai hukum, misalnya mengenai asal mula, wujud, asas-asas, sistem, macam pembagian, sumber-sumber, perkembangan, fungsi dan kedudukan hukum di dalam masyarakat. Ilmu hukum sebagai ilmu yang mempunyai objek hukum menelaah hukum sebagai suatu gejala atau fenomena kehidupan manusia dimanapun didunia ini dari masa kapanpun. Seorang yang berkeinginan mengetahui hukum secara mendalam sangat perlu mempelajari hukum itu dari lahir, tumbuh dan berkembangnya dari masa ke masa sehingga sejarah hukum besar perannya dalam hal tersebut.

  1. Ilmu Hukum Sebagai Ilmu Kaidah

Ilmu hukum dalam ilmu tentang kaidah hukum ialah suatu cabang atau bagian dari ilmu hukum yang khusus mengajarkan pada kita perihal kaidah hukum dan segala seluk-beluk yang bertalian di dalamnya. Misalkan perumusan, pembagian menurut macam, wujud, sifat, esensi, eksistensi, tujuan dan sebagainya.

Manusia adalah makhluk sosial atau zoon Politicon, kata Aristoteles. Sebagai makhluk sosial selalu ingin hidup berkelompok, hidup bermasyarakat. Keinginan itu didorong oleh kebutuhan biologis.

Dalam kehidupan bermasyarakat tersebut manusia mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan. Untuk itu diperlukan hubungan atau kontak antara anggota masyarakat dalam rangka mencapai tujuannya dan melindungi kepentingannya.

Sebagai pribadi manusia yang pada dasarnya dapat bebuat menurut kehendaknya secara bebas. Akan tetapi dalam kehidupan masyarakat, kebebasan tersebut dibatasi oleh ketentuan-ketentuan atau kaidah-kaidah  yang mengatur tingkah laku dan sikap tindak mereka. Dengan demikian kaidah atau norma adalah ketentuan tata tertib yang berlaku dalam masyarakat. Kaidah sendiri berasal dar bahasa Arab dan norma berasal dari bahasa Latin yang berarti ukuran.

  1. Kaidah Sosial adalah kaidah yang paling tua dan asli, juga terdapat di dalam sanubari manusia sendiri, karena manusia adalah makhluk bermoral, tanpa melihat kebangsaan atau masyarakat :“Tidak mengindahkan norma susila berarti a susila”.

Kaidah susila melarang manusia untuk berbuat cabul, mencuri, membunuh dan lain-lain, karena hal itu bertentangan dengan kaidah kesusilaan yang ada di dalam hati nurani manusia yang normal.

  1. Kaidah Kesopanan adalah ketentuan-ketentuan hidup yang timbul dari pergaulan dalam masyarakat. Norma kesopanan dasarnya adalah kepantasan, kebiasaan dan kepatutan yang berlaku dalam masyarakat. Karena itu norma kesopanan disebut sebagai norma sopan santun, tata krama atau adat istiadat.
  2. Kaidah Agama atau Kaidah Kepercayaan adalah norma agama yang berpangkal pada kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa. Norma agama dianggap sebagai ketentuan dari tuan. Jadi norma agama atau kepercayaan adalah nora sosial yang aslinya dari Tuhan yang isinya larangan, perintah-perintah dan ajaran.
  3. Kaidah Hukum ketiga kaidah sosial, kesopanan, dan agama belum cukup menjamin tata tertib di dalam masyarakat, pergaulan hidup bermasyarakat karena tidak adanya ancaman yang cukup di rasakan sebagai paksaan dari luar.

Sumber: https://bloggermuslimah.id/model-penapisan-ini-dinilai-cocok-untuk-indonesia/