Penyusunan Neraca Lajur

  1. Home
  2. /
  3. Umum
  4. /
  5. Penyusunan Neraca Lajur

Penyusunan Neraca Lajur

Posted in : Umum on by : admin

Penyusunan Neraca Lajur

Neraca lajur berfungsi untuk membantu akuntan dalam mengorganisasi data akuntansi serta menghitung laba rugi perusahaan. Selain itu, neraca lajur juga bermanfaat dalam pembuatan laporan keuangan, pencatatan jurnal penyesuaian, dan pencatatan jurnal penutup.

Apabila perusahaan mendapatkan laba, maka kolom laba rugi dalam neraca lajur akan menunjukkan bahwa total kredit lebih besar dibandingkan dengan total debit. Selain itu, dalam kolom neraca, total debitlah yang lebih besar daripada total kredit. Dan juga sebaliknya apabila perusahaan menderita rugi.

Sedangkan jika perusahaan tidak mendapatkan laba sekaligus tidak menderita rugi, maka total debitnya sama dengan total kredit, baik di kolom laba rugi maupun kolom neraca.

  1. d)Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan yang utama adalah neraca, laporan laba rugi, dan laporan perubahan modal. Namun dalam siklus akuntansi manufaktur, laporan yang dihasilkan dapat disertai dengan laporan manufaktur, harga pokok barang yang dijual, daftar pendapatan, dan lain sebagainya.   Pengertian Perusahaan Dagang

Perusahaan Dagang

  1. Pengertian Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bentuk transaksinya yaitu membeli barang atau produk dan menjual kembali produk tersebut tanpa mengolah atau mengubah sifat produk bersangkutan. Seandainya melakukan pengolahan, hal tersebut terbatas pada pengemasan kembali, pemberian label, membungkus, memperkecil unit penjualan (misalnya pengecer gula pasir). Barang yang diperdagangkan dapat berupa hasil bumi atau produk hasil pengolahan(manufactured product).

  1.  Ciri-Ciri perusahaan dagang

1)            Melakukan transaksi pembelian barng dagang, baik secara tunai maupun kredit.

2)            Melakukan pembayaran utang usaha yang terjadi akibat adanya berbagai transaksi dalam aktivitas perusahaan.

3)            Menerima pembayaran piutang usaha yang terjadi akibat adanya berbagai transaksi dalam aktivitas perusahaan.

4)            Melakukan penyimpanan barang dagang selama belum dijual dan diserahkan kepada pembeli.

Baca juga: