PROSES KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA

  1. Home
  2. /
  3. Budidaya
  4. /
  5.  PROSES KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA

 PROSES KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA

Posted in : Budidaya on by : admin

 PROSES KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA

  1. LAHIRNYA NASIONALISME INDONESIA

Pengertian nasionalisme menurut beberapa para tokoh :

A, Joseph Ernest Renan , NASIONALISME adalah sekelompok individu yang ingin bersatu dengan individu-individu lain dengan dorongan kemauan dan kebutuan psikis. Sebagai contoh adalah bangsa Swiss yang terdiri dari berbagai bangsa dan budaya dapat menjadi satu bangsa dan memiliki Negara

B, Otto Bauer , NASIONALISME adalah kesatuan perasaan dan perangai yang timbul karena persamaan nasib , contohnya nasionalisme Negara-negara Asia

C, Hans Kohn , NASIONALISME adalah  kesetian yang tertinggi yang diberikan individu kepada Negara dan bangsa

D, Louis Snyder , NASIONALISME adalah hasil dari factor-faktor politis, ekonomi , social , dan intelektual pada suatu taraf tertentu dalam sejarah. Sebagi contoh adalah timbulnya nasionalisme di Jepang.

Jadi dapat disimpulkan bahwa NASIONALISME  adalah suatu gerakan kebangsaan yang timbul pada bangsa Indonesia untuk menjadi sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat .

NASIONALISME awalnya berkembang di Eropa. Mengapa di Eropa ? Pada akhir abad 18 di Eropa mulai berlaku suatu paham bahwa setiap bangsa harus membentuk suatu Negara sendiri dan bahwa Negara itu harus meliputi seluruh bangsa masing-masing. Gerakan NASIONALISME dan cita-cita kebangsaan yang  berkembang  di Eropa pada hakikatnya memiliki sifat cinta kebangsaan. NASIONALISME yang berkembang di Eropa kemudian menjalar ke seluruh dunia. Memasuki abad 20 NASIONALISME mulai berkembang di Negara-negara Asia dan Afrika termasuk Indonesia. NASIONALISME di Asia dan Afrika bukan hanya suatu perjuanagn kemerdekaan untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan , tetapi memiliki tujuan yang lebih mendalam, sehingga NASIONALISME itu memeliki beberapa aspek seperti :

  1. Aspek politik , NASIONALISME bersifat menumbangkan dominasi politik imperialism  dan bertujuan menghapus pemerintah colonial
  2. Aspek social ekonomi , NASIONALISME bersifat menghilangkan kesenjangan  social yang di ciptakan oleh pemerintah colonial dan bertujuan menghentikan eksploitasi ekonomi
  3. Aspek budaya , NASIONALISME bersifat menghilangkan pengaruh kebudayaan asing yang buruk dan bertujuan menghidupkan kebudayaan yang mencerminkan harga diri bangsa serta dengan bangsa yang lain.

Ada dua factor yang mempengaruhi munculnya NASIONALISME di Indonesia yaitu apa yang dsebut dengan factor internal dan factor eksternal.

A, Faktor internal

  1. Perlakuan diskriminatif dari colonial dan imperialis barat menimbulkan kesengsaraan dan oenderitaan terhadap rakyat Indonesia yang akhirnya menimbulkan perasaan senasib. Contohnya tanam paksa , monopoli , diskriminasi dsd.
  2. Adanya kenangan kejayaan masa lalu
  3. Timbulnya kaum cerdik pandai akibat adanya politik Etnis Van Deventer. Golongan terpelajar itu menyadari akan nasib bangsanya sehingga terbentuk kepribadian , pola pikir , dan etos juang yang tinggi untuk membebaskan diri dari penjajahan yang disadari tidak hanya dicapai melalui perjuangan fisik tetapi juga melalui kancah politik.

Dan lahirnya kelompok terpelajar Indonesia tersebut menurut Sartono Kartodiarjo disebut NOMINES NOVI , yaitu orang-orang yang tersebut karena factor pendidikan dan memiliki sikap , pandangan dan orientasi tentang lingkungan masyarakatnya. Melalui kelompok ini paham demokrasi , nasionalisme , komunisme , dan liberlasime di inodnesia.

  1. Lahirnya kelompok pelajar islam. Mereka menjadi agen perubahan/agen pengubah cara pandang masyarakatnya, bahwa nasib bangsa Indonesia tidak dapat diperbaiki melalui belas kasih penjajah seperti melalui politik etis.
  2. Kesadaran bangsa Indonesia akan harga dirinya sebagai suatu bangsa  yang ingin hidup bebas , merdeka seperti bangsa-bangsa yang lain. Hal tersebut menambah semangat juang untuk memperoleh kemerdekaan dan menimbulkan adanya semangat persamaan derajat.

B, factor Eksternal

  1. Munculnya fase kesadaran pentingnya semangat nasional dan perasaan senasib
  2. Peristiwa PD1 menyadarkan para terpelajar mengenai penentuan nasib sendiri
  3. Munculnya dorongan untuk melawan imperialism barat karena adanya konflik ideology antara kapitalisme dengan sosialisme
  4. Lahirnya NASIONALISME di Asia dan Afrika member aspirasi kaum terpelajar di Indonesia bahwa imperilaisme harus dilawan melalui organisasi modern.
  5. Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1904-1965 telah menyadarkan bangsa Asia khususnya Indonesia akan kekuatan dan kemampuannya sebagai Bangsa Asia yang telah mampu mengalahkan bangsa Eropa yang selalu menganggap bangsa yang Super.

Organisasi-organisasi tersebut sebagai organisasi pergerakan nasional. Mengapa disebut sebagai organisasi pergerakan nasional ? Karena organisasi-organisasi itu memiliki bebrapa cirri yaitu :

  1. Keanggotaannya tidak berdasarkan atas suku tertentu
  2. Sebagian besar pemimpin organisasi pergerakan nasional itu berasal dari kalangan terdidik yang memperoleh pendidikan Barat serta kelompok intelektual yang sudah bergaul dengan berbagai bahasa baik melalui sekolah di negeri Belanda maupun yang telah menunaikan ibadah haji
  3. Organisasi-organisasi tersebut mempunyai tujuan yang jelas bagi kepentingan seluruh bangsa di bidang pendidikan , social , ekonomi budaya dan politik
  4. Oraganisasi-organisasi tersebut mem

 

Sumber :

https://ngelag.com/jasa-penulis-artikel/