Penatalaksanaan kelebihan asupan energi dan protein

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. Penatalaksanaan kelebihan asupan energi dan protein
Penatalaksanaan kelebihan asupan energi dan protein

Penatalaksanaan kelebihan asupan energi dan protein

Posted in : Pendidikan on by : admin

Penatalaksanaan kelebihan asupan energi dan protein

Penatalaksanaan kelebihan asupan energi dan protein

Tujuan pengobatan obesitas adalah menghambat laju kenaikan berat badan yang pesat dan tidak boleh diet terlalu ketat.Sehingga pengaturan dietnya harus dipertimbangkan bahwa anak masih dalam masa pertumbuhan sesuai tingkat usianya

Mengingat penyebab obesitas bersifat multifaktor, maka penatalaksanaan obesitasseharusnya dilaksanakan secara multidisiplin dengan mengikut sertakan keluarga dalam proses terapi obesitas. Prinsip dari tatalaksana obesitas adalah mengurangi asupan energi serta meningkatkan keluaran energi, dengan cara pengaturan diet dan peningkatan aktivitas fisik

  1. Pengaturan diet

Prinsip pengaturan diet pada anak obesitas adalah diet seimbang sesuai dengan Recommended Dietary AllowanceDalam pengaturan diet ini perlu diperhatikan tentang (RDA), hal ini karena anak masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan (Syarif, 2003). Intervensi diet harus disesuaikan dengan usia anak, derajat obesitas dan ada tidaknya penyakit penyerta. Pada obesitas sedang dan tanpa penyakit penyerta, diberikan diet seimbang rendah kalori dengan pengurangan asupan kalori sebesar 30%. Sedang pada obesitas berat (IMT > 97 persentile) dan yang disertai penyakit penyerta, diberikan diet dengan kalori sangat rendah (very lowcalorie diet

􀁸 Menurunkan berat badan dengan tetap mempertahankan pertumbuhan normal

􀁸 Diet seimbang dengan komposisi karbohidrat 50-60%, lemak 20-30% dengan lemak jenuh < 10% dan protein 15-20% energi total serta kolesterol < 300 mg per hari (Syarif, 2003)

  1. Pengaturan aktivitas fisik

Peningkatan aktivitas fisik mempunyai pengaruh terhadap laju metabolisme.Latihan fisik yang diberikan disesuaikan dengan tingkat perkembangan motorik, kemampuan fisik dan umurnya.Aktivitas fisik untuk anak usia 6-12 tahun lebih tepat yang menggunakan keterampilan otot, seperti bersepeda, berenang, menari dan senam. Dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik selama 20-30 menit per hari

  1. Peran serta orang tua, anggota keluarga, teman dan guru

Orang tua menyediakan diet yang seimbang, rendah kalori dan sesuai petunjuk ahli gizi.Anggota keluarga, guru dan teman ikut berpartisipasi dalam program diet, mengubah perilaku makan dan aktifitas yang mendukung program diet.

  1. Pencegahan Akibat kelebihan Asupan energy dan protein

Pencegahan obesitas pada saat remaja penting diantisipasi sejak bayi.Untuk mencegah obesitas pada masa bayi tersebut, perlu diperhatikan hal-hal dibawah ini:

  1. Setiap bayi dianjurkan untuk diberi ASI saja paling sedikit sampai 4-6 bulan
  2. Pemberian makanan padat mulai diberikan sekitar 4-6 bulan
  3. Penyuluhan tentang kebutuhan diet bayi, percepatan pertumbuhan bayi
  4. Biasakan mengukur BB dan TB secara rutin sekali dalam sebulan (menggunakan KMS)
  5. Evaluasi kualitas pengasuhan anak, menganjurkan/membiarkan anak bergerak bebas, aktifitas fisik merupakan faktor pencegahan obesitas

Sumber: https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/gb-whatsapp/