Pengertian Haji

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5.  Pengertian Haji

 Pengertian Haji

Posted in : Pendidikan on by : admin

 Pengertian Haji

Secara bahasa, haji memiliki arti “menuju kepada sesuatu yang besar dan agung” atau “berkunjung ke tempat tertentu”. Sedang menurut istilah, haji adalah berkunjung ke Baitullah di Makkah dan sekitarnya pada waktu-waktu tertentu dan cara-cara serta tujuan tertentu.[2]

Haji secara lughowi (etimologis) berasal dari bahasa Arab al-hajj; berarti tujuan, maksud, dan menyengaja untuk perbuatan yang besar dan agung. Selain itu al-hajj mengandung arti mengunjungi atau mendatangi. Makna ini sejalan dengan aktivitas ibadah haji di mana umat Islam dari berbagai negara mengunjungi dan mendatangi Baitullah (Ka’bah) pada musim haji karena tempat ini dianggap mulia dan agung.[3]

Menurut syara’, haji menuju ke baitullah atau menghadap Allah untuk mengerjakan seluruh rukun dan persyaratan haji yang telah ditentukan oleh syariat Islam. Dalam arti lain haji adalah sengaja mengunjungi kabah atau baitullah untuk mengerjakan beberapa amal ibadah dengan syarat-syarat tertentu, yakni mengerjakan thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, dan manasik haji lainnya dengan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Melaksanakan haji hukumnya wajib satu kali seumur hidup bagi muslim dan muslimah yang sudah baligh dan mampu di perjalanan (istitha’ah).[4]

Haji dalam arti berkunjung ke suatu tempat tertentu untuk tujuan ibadah, dikenal oleh umat manusia melalui tuntunan agama-agama, khususnya di belahan Timur dunia kita ini. Ibadah ini diharapkan dapat mengantar  manusia kepada pengenalan jati diri, membersihkan, dan menyucikan diri mereka. Itulah agaknya yang menjadi sebab mengapa  ajaran agama dalam kaitannya dengan ibadah haji menganjurkan pelakunya untuk memulainya dengan mandi[5].

Sementara itu, mengenai wajibnya haji tidak terdapat perbedaan pendapat ulama bahwa haji itu adalah fardhu yang merupakan salah satu dari rukun Islam yang wajib dilaksanakan sekali seumur hidup. Firman  Allah Swt. tentang wajibnya hukum wajib haji ini terdapat dalam QS. Ali Imran ; 97

Artinya : “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia, mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”[6]

  1. Dalil Kewajiban Haji

Dalil tentang kewajiban melaksanakan haji bisa kita temukan dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi Saw. Al-Quran, dalam salah satu ayatnya dengan tegas menyatakan:

Artinya: Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali Imran: 97)

Sedang dalam Sunnah Nabi Saw, kewajiban haji berdasar pada hadits:

“Wahai manusia, Allah telah mewajibkan haji kepadamu, maka laksanakanlah haji. Seorang laki-laki bertanya, apakah setiap tahun Ya Rasulullah? Rasulullah terdiam, hingga laki-laki itu bertanya tiga kali, lalu Nabi menjawab, “Andai kukatakan wajib setiap tehun maka ia menjadi wajib dan kamu tidak akan mampu mengerjakannya”.

Juga berdasar pada hadits yang bersumber dari Aisyah:

“Aisyah berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, “Tidakkah kami ikut berperang dan berjihad bersamamu? Rasulullah menjawab, “ Akan tetapi jihad yang lebih baik dan sempurna adalah mengerjakan haji, haji yang mabrur”, Aisyah berkata, “sejak itu aku tak pernah meninggalkan haji (setiap tahun) setelah mendengar berita ini dari Rasulullah”.

Baca juga:

Recent Posts