Kebijakan Perdagangan Internasional

  1. Home
  2. /
  3. Uncategorized
  4. /
  5. Kebijakan Perdagangan Internasional

Kebijakan Perdagangan Internasional

Posted in : Uncategorized on by : admin

Kebijakan Perdagangan Internasional

Kebijakan perdagangan internasional adalah rangkaian tindakan yang akan diambil untuk mengatasi kesulitan atau masalah hubungan perdagangan internasional guna melindungi kepentingan nasional.

Adapun tujuan yang akan ditargetkan pemerintah dari kebijakan perdagangan internasional itu antara lain :

  1. Melindungi kepentingan dalam ekonomi nasional terhadap berbagai kemungkinan pengaruh buruk/negatif dari berbagai negara lain
  2. Melindungi kepentingan industri di dalam negeri dari berbagai kemungkinan persaingan yang tidak sehat maupun kondisi yang kurang menguntungkan.
  3. Melindungi lapangan kerja agar bisa tetap tersedia.
  4. Menjaga keseimbangan dan stabilitas neraca terhadap pembayaran internasional
  5. Mampu mendorong laju ekspor
  6. Menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil.
  7. Menjaga stabilitas nilai tukar atau kurs.

Adapun macam-macam kebijakan perdagangan internasional adalah sebagai berikut :

  1. Kebijakan Perdagangan Bebas

Perdagangan bebas adalah kebijakan perdagangan yang menginginkan adanya kebebasan perdagangan, dengan demikian tidak ada rintangan yang menghalangi arus produk dan ke luar negeri.

  1. Kebijakan Perdagangan “Proteksionis”

Kebijakan  perdagangan proteksionis adalah kebijakan perdagangan yang melindungi produk-produk dalam negeri agar mampu bersaing dengan produk asing yang dilakukan dengan cara  membuat berbagai  rintangan/hambatan arus produksi dari dan keluar negeri.

Jenis  – jenis dari  kebijakan perdagangan internasional dapat diberlakukan untuk impor dan ekspor.

  1. Kebijakan Perdagangan Internasional di Bidang Impor

Kebijakan perdagangan internasional untuk impor antara lain adalah  kuota, tarif, subsidi, dan larangan  impor.

  1. Kuota

Kuota merupakan jumlah yang ditetapkan untuk suatu  kegiatan dalam  satu masa atau suatu waktu tertentu. Jadi, kuota dalam impor adalah jumlah total jumlah barang yang dapat diimpor dalam masa tertentu. Kuota dapat dibedakan menjadi 4:

  1. a)Absolute/Unilateral Quota yaitu kuota yang besar kecilnya ditentukan oleh satu negara tanpa persetujuan negara lain.
  2. b)Negotiated/Bilateral Quota yaitu kuota yang besar kecilnya ditentukan oleh perjanjian 2 negara atau lebih.
  3. c)Tarif Quota yaitu gabungan antara tarif dan quota.
  4. d)Mixing Quota yaitu kuota yang dimaksudkan untuk membatasi penggunaan bahan mentah yang diimpor dalam proses produksi.
  1. Tarif

Kebijakan ini diambil pemerintah dengan menetapkan tarif tinggi untuk mengimpor suatu jenis barang.  Dengan pengenaan tarif, harga barang impor menjadi mahal, sehingga barang sejenis yang diproduksi di dalam negeri akan memiliki daya saing dan dibeli konsumen.

Tarif dapat dibedakan menjadi 3 macam antara lain sebagai berikut :

  1. Tarif Ad Valorem yaitu tarif yang besarnya dinyatakan dalam presentasi dari nilai yang dikenakan tarif.
  2. Tarif Specific yaitu tarif yang besarnya dihitung atas dasar satuan/ukuran fisik barang yang diimpor.
  3. Tarif Specific Ad Valorem yaitu tarif hasil kombinasi antara tarif Ad Valoremdan Specific.
  4. Subsidi

 

https://radiomarconi.com/