Kebijakan Perdagangan Internasional di Bidang Ekspor

  1. Home
  2. /
  3. Budidaya
  4. /
  5. Otomotif
  6. /
  7. Kebijakan Perdagangan Internasional di Bidang Ekspor

Kebijakan Perdagangan Internasional di Bidang Ekspor

Posted in : Budidaya, Otomotif on by : admin

Kebijakan Perdagangan Internasional di Bidang Ekspor

Beberapa kebijakan perdagangan internasional di bidang ekspor adalah sebagai berikut:

  1. Diskriminasi Harga

Diskriminasi harga adalah suatu tindakan dalam penetapan harga barang yang berbeda untuk suatu negara dengan negara lainnya. Dalam perdagangan internasional, diskriminasi harga dapat diberlakukan di negara yang berbeda untuk barang yang sama. Dan harga untuk negara yang satu lebih mahal atau lebih murah daripada negara lainnya. Hal ini dilakukan atas dasar perjanjian atau dalam rangka perang tarif.

  1. Pemberian Premi (Subsidi)

Kebijakan ini diambil pemerintah untuk memajukan ekspor adalah dengan memberi premi kepada badan usaha yang melakukan ekspor. Pemberian premi biasanya dalam bentuk uang, serta pembebasan pajak dan fasilitas lain. Dengan tujuan agar barang ekspor memiliki daya saing di luar negeri. Dan biasanya premi di berikan ketika suatu perusahaan mencapai target produksi yang di tentukan oleh pemerintah.

  1. Dumping

Dumping adalah kebijakan yang menetapkan harga jual di luar negeri lebih murah dibandingkan harga di dalam negeri. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menguasai pasar internasional. Cara dumping ini dapat dilakukan jika pasar dalam negeri dapat dikendalikan oleh pemerintah.

  1. Politik Dagang Bebas

Kebijakan ini merupakan pemberian kebebasan dalam ekspor dan impor oleh masing-masing pemerintah. Kebebasan dalam perdagangan ini akan membawa beberapa keuntungan seperti mutu barang yang tinggi dan harga yang relatif murah.

  1. Larangan Ekspor

Larangan ekspor merupakan kebijakan pemerintah yang melarang baran dan jasa dijual keluar melewati batas negara (ekspor) karena alasan – alasan khusus, baik yang bersifat ekonomi, politis, sosial, atau budaya. Umumnya ada dalih yang digunakan untuk memberlakukan kebijakan tersebut seperti alasan keamanan atau kesehatan.

2.7 Tujuan Kebijakan Perdagangan Internasional

Kebijakan perdagangan internasional diterapkan baik dalam kegiatan impor maupun ekspor. Kegiatan perdagangan impor di tujukan untuk mengatasi dampak buruk dari mengimpor barang. Salah satu keburukan mengimpor barang adalah perusahaan dalam negeri yang memproduksi jenis barang yang sama akan kalah saing dengan barang impor. Kebijakan perdagangan internasional di bidang ekspor juga di tujukan untuk melindungi produksi dalam negeri di samping memperoleh keuntungan.

Dari pemaparan di atas terdapat lagi beberapa tujuan kebijakan perdagangan internasional adalah sebagai berikut :

  1. Mengendalikan Ekspor dan Impor

Setiap negara dapat menggunakan kebijakan perdagangan internasional untuk mengendalikan ekspor dan impor.Kebijakan perdagangan bebas berusaha meningkatkan ekspor dengan cara menghapus hambatan perdagangan. Sedangkan kebijakan perdagangan “proteksionis” berusaha   meningkatkan ekspor antara lain dengan cara menurunkan tarif ekspor.

  1. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Perekonomian akan tumbuh dengan baik bila hasil produksi yang melimpah dapat diekspor ke berbagai negara. Perekonomian akan tumbuh dengan baik bila negara bisa melindungi industri dalam negeri, di antaranya dengan cara memberlakukan kuota impor (batasan impor) atau bahkan larangan untuk mengimpor barang tertentu.

  1. Menyehatkan Neraca Pembayaran

Untuk menghindari defisit (kekurangan) dalam neraca pembayaran, negara dapat menggunakan kebijakan perdagangan proteksionis sebagai salah satu alat. Caranya yaitu dengan berusaha meningkatkan ekspor dan sekaligus menekan impor dengan berbagai cara, seperti memberlakukan kuota impor, tarif impor dan larangan impor.

 

https://9apps.id/