Kata Si dan Sang

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. Kata Si dan Sang
Kata Si dan Sang

Kata Si dan Sang

Posted in : Pendidikan on by : admin

Kata Si dan SangKata Si dan Sang

Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Misalnya:

-Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil.-Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim.

Partikel

  1. Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Misalnya:

-Bacalah buku itu baik-baik.-Apakah yang tersirat dalam dalam surat itu?-Jakarta adalah ibukota Republik Indonesia.-Siapakah gerangan dia?-Apatah gunanya bersedih hati?

  1. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.

Misalnya:

-Apa pun yang dimakannya, ia tetap kurus.-Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan.-Jangankan dua kali, satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku.-Jika ayah pergi, adik pun ingin pergi.

Catatan:

Kelompok yang lazim dianggap padu, misalnya adapun, andaipun, ataupun,bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun,sungguhpun, walaupun ditulis serangkai.

Misalnya:

-Adapun sebab-sebabnya belum diketahui.-Bagaimanapun juga akan dicobanya menyelesaikan tugas itu.-Baik mahasiswa maupun mahasiswi ikut berdemonstrasi.-Sekalipun belum memuaskan, hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan.-Walaupun miskin, ia selalu gembira.

Partikel per yang berarti ‘mulai’, ‘demi’, dan ‘tiap’ ditulis terpisah dari bagian kalimat

yang mendahului atau mengikutinya.

Misalnya:

-Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 April.-Mereka masuk ke dalam ruangan satu per satu.-Harga kain itu Rp 2.000,00 per helai.

  1. Singkatan dan Akronim
  2. Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih.
  3. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik.

Misalnya:

-A.S Kramawijaya-Muh. Yamin-Suman Hs.-Sukanto S.A.-M.B.A master of business administration-M.Sc. master of science-S.E. sarjana ekonomi-S.Kar. sarjana karawitan-S.K.M sarjana kesehatan masyarakat-Bpk. Bapak-Sdr. saudara-Kol. kolonel

  1. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumentasi resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik.

Misalnya:

-DPR Dewan Perwakilan Rakyat-PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia-GBHN Garis-Garis Besar Haluan Negara-SMTP sekolah menengah tingkat pertama-PT perseroan terbatas-KTP kartu tanda penduduk

Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik.

Misalnya:

-dll. dan lain-lain-dsb. dan sebagainya-dst. dan seterusnya-hlm. halaman-sda. sama dengan atas-Yth. (Sdr. Moh. Hasan) Yang terhormat (Sdr. Moh. Hasan)

Tetapi:

-a.n. atas nama-d.a. dengan alamat-u.b. untuk beliau-u.p. untuk perhatian

Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik.

Misalnya:

-Cu cuprum-TNT trinitrotulen-cm sentimeter-kVA kilovolt-ampere-l liter-kg kilogram-Rp (5.000,00) (lima ribu) rupiah

  1. Akronim kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti

tanda titik.

  1. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis selurhnya dengan huruf capital.

Misalnya:

-ABRI Angkatan Bersenjata Republik Indonesia-LAN Lembaga Administrasi Negara-PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia-IKIP Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan-SIM surat izin mengemudi

  1. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kaptal.

Misalnya:

-Akabri Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia-Bappenas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional-Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia-Kowani Kongres Wanita Indonesia-Sespa Sekolah Staf Pimpinan Administrasi

Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil.

Misalnya:

-pemilu pemilihan umum-radar radio detecting and ranging-rapim rapat pimpinan-rudal peluru kendali-tilang bukti pelanggaran

catatan:

jika dianggap perlu membentuk akronim, hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut. (1) Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia. (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vocal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim.


Sumber: https://gurupendidikan.org/