GreyCortex, Teknologi Analisis Jaringan dari ESET

  1. Home
  2. /
  3. Tekno
  4. /
  5. GreyCortex, Teknologi Analisis Jaringan dari ESET
GreyCortex, Teknologi Analisis Jaringan dari ESET

GreyCortex, Teknologi Analisis Jaringan dari ESET

Posted in : Tekno on by : admin

GreyCortex, Teknologi Analisis Jaringan dari ESET

GreyCortex, Teknologi Analisis Jaringan dari ESET

GreyCortex, Teknologi Analisis Jaringan dari ESET

Theft Resource Center (ITRC) pada Bulan Juli 2018 menemukan 668 kasus kejahatan siber. Dalam kasus itu sekitar 22.408.258 data dari seluruh kategori hilang. Besarnya data yang hilang tersebut menunjukkan bahwa pertahanan lalu lintas jaringan banyak perusahaan di dunia sangat rentan.

Technical Consultant PT. Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh, dalam keterangan resminya, Senin (13/08/2018), menjelaskan, bahwa kenyataan tersebut menjadi ukuran bagaimana deteksi dan perlindungan dari serangan siber tidak bisa hanya bergantung pada pertahanan perimeter semata.

Menurut Yudhi, penting juga untuk menganalisis sumber data lain untuk menguatkan indikator yang ditemukan di titik akhir. Hal itu menciptakan peluang mendeteksi serangan siluman. Teknologi yang mampu melakukan hal itu disebut analisis lalu lintas jaringan (Network analysis).

Yudhi mengungkapkan, secara umum analisis lalu lintas jaringan hanya

menyediakan informasi tingkat atas seperti alamat IP dan volume lalu lintas. Jika ingin secara lebih menyeluruh, seperti memantau aktifitas, pengguna, aplikasi, host dan lain-lain, diperlukan alat dengan inspeksi paket mendalam agar bisa melihat lalu lintas tertentu secara terperinci.

Cara Kerja Analisis Lalu Lintas Jaringan

Pada prinsipnya, Yudhi menuturkan, perangkat akan memonitor seluruh transaksi data pada sebuah jaringan yang terhubung. Kemudian, administrator jaringan bisa dengan gampang membuka port yang dibutuhkan, sehingga seluruh data bisa dianalisa secara real time.

Dengan menyediakan data yang jauh lebih kaya, analisis lalu lintas

jaringan paket yang mendalam bisa mengidentifikasi masalah secara dini, termasuk bilamana terjadi sebaran data yang mencurigakan, termasuk malware dan ancaman serangan digital.

Selain itu, bisa pula mengukur kemacetan dalam jaringan, melihat

aplikasi apa yang memonopoli sumber daya dan bandwidth, serta memperingatkan administrator tentang tren perubahan nama file yang merupakan indikator khas serangan ransomware.

“Lansiran itu bisa diatur untuk memberi tahu administrator tentang aktivitas yang tidak biasa atau anomali pada jaringan serta mengurangi risiko terburuk yang mungkin terjadi,” katanya.

 

Baca Juga :