Konsep Manajemen Proyek

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. Konsep Manajemen Proyek
Konsep Manajemen Proyek

Konsep Manajemen Proyek

Posted in : Pendidikan on by : admin

Table of Contents

Konsep Manajemen Proyek

Konsep Manajemen Proyek

Konsep Manajemen Proyek

Konsep Manajemen Proyek menyangkut teknik yang dipakai untuk menghitung biaya dan kebutuhan sumber daya serta membangun rencana proyek yang efektif.

SPEKTRUM MANAJEMEN
Manajemen proyek perangkat lunak yang efektif berfokus pada tiga P yaitu people (manusia), problem (masalah), dan process (proses). Urutannya tidak dapat berubah.

Ø Manusia
Faktor manusia sangat penting karena Software Engineering Institute telah mengembangkan sebuah model kematangan kemampuan manajemen manusia (PM-CMM) “untuk mempertinggi kesiapan organisasi perangkat lunak untuk mengerjakan aplikasi yang semakin kompleks dengan membantu menarik, menumbuhkan, memotivasi, menyebarkan, dan memelihara bakat yang dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan perkembangan perangkat lunak mereka”[CUR94].
Model kematangan manajemen manusia membatasi area praktik berikut kunci bagi masyarakat perangkat lunak : rekruitmen, seleksi, manajemen unjuk kerja, pelatihan, kompensasi, perkembangan karir, desain kerja dan organisasi, serta perkembangan tim/kultur. Organisasi yang mencapai tingkat kematangan yang tinggi didalam area manajemen manusia memiliki kemiripan yang lebih tinggi dari implementasi praktik rekayasa perangkat lunak yang efektif.
Dari wakil presiden teknik senior sampai pelaksana yang paling rendah dengan penuh kepastian mempertimbangkan faktor manusia. Para manajer berpendapat bahwa manusia merupakan hal yang utama tetapi tindakan mereka kadang-kadang tidak sesuai dengan perkataan mereka.

– Para Pemain
Para pemain dalam proses pembuatan perangkat lunak dikategorikan menjadi lima konstituen antara lain :
1. Manajer Senior, menentukan isu-isu bisnis yang sering mempunyai pengaruh penting dalam proyek.
2. Manajer (Teknik) Proyek, merencanakan, memotivasi, mengorganisasi, dan mengontrol sebuah produk atau aplikasi.
3. Pelaksana, menyampaikan ketrampilan teknik yang diperlukan untuk merekayasa sebuah produk atau aplikasi.
4. Pelanggan, menentukan jenis kebutuhan bagi perangkat lunak yang akan direkayasa.
5. Pemakai Akhir, yang berinteraksi langsung dengan perangkat lunak bila perangkat lunak telah dikeluarkan untuk digunakan.

– Pimpinan Tim
Dari sini timbul suatu pertanyaan bagaimana kita memilih seorang pemimpin sebuah proyek?Dalam bukunya Jerry Weinberg[WEI86] menjawabnya dengan model kepemimpinan MOI :
§ Motivasi adalah kemampuan untuk memberi dorongan kepada orang teknik agar menghasilkan sesuatu dengan kemampuan terbaiknya.
§ Organisasi adalah kemampuan untuk membantu proses yang sedang berlangsung (atau menemukan proses baru) yang memungkinkan konsep dasar diterjemahkan ke dalam suatu hasil akhir.
§ Gagasan dan inovasi adalah kemampuan untuk mendorong manusia menciptakan dan bertindak kreatif dengan solusi-solusi baru.
Pandangan lain [EDG95] mengenai karakteristik yang menentukan seorang manajer proyek yang efektif yaitu :
§ Pemecahan masalah. Seorang manajer proyek yang efektif dapat mendiagnosis isu-isu organisasi dan teknis yang paling relevan, yang secara sistematis membentuk sebuah pemecahan atau dengan tepat memotivasi para pelaksana yang lain untuk membuat pemecahan, menerapkan hasil pengalaman dari proyek-proyek sebelumnya ke situasi baru dan tetap fleksibel untuk mengubah arah jika pendekatan pemecahan masalah semula tidak membuahkan.
§ Identitas manajerial. Manajer proyek harus bersentuhan langsung dengan proyeknya, memiliki rasa percaya diri untuk melakukan kontrol dan membolehkan orang-orang teknik yang baik untuk mengikuti insting mereka.
§ Prestasi. Manajer proyek harus mempunyai inisiatif dan prestasi.
§ Pengaruh dan pembentukan tim. Manajer proyek yang efektif mampu ‘membaca’ atau memahami manusia dan dapat menguasai diri walaupun dalam kondisi tekanan yang sangat tinggi.

Baca Juga :