Kalimantan Timur merupakan

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. Kalimantan Timur merupakan
Kalimantan Timur merupakan

Kalimantan Timur merupakan

Posted in : Pendidikan on by : admin

Table of Contents

Kalimantan Timur merupakan

Kalimantan Timur merupakan

Kalimantan Timur merupakan

Kalimantan Timur merupakan provinsi terluas di Indonesia, dengan luas wilayah sekitar satu setengah kali Pulau Jawa dan Madura atau 11 persen dari total luas wilayah Indonesia. Daerah ini memiliki sumberdaya alam yang melimpah, baik berupa pertambangan seperti emas, batubara, minyak dan gas bumi, juga hasil hutan. Meskipun Kalimantan Timur memiliki sumberdaya alam yang melimpah, persentase penduduk miskin di provinsi ini ternyata masih cukup tinggi. Pada tahun 1993, persentase penduduk miskin mencapai 13,75 persen, sedikit di atas angka nasional (13,67 persen). Angka ini sempat naik menjadi 16,15 persen pada tahun 2000, kemudian menurun menjadi 12,55 persen pada tahun 2006. Meskipun angka tahun 2006 sudah di bawah angka kemiskinan nasional (16,68 persen), persentase penduduk miskin Kalimantan Timur masih berada di peringkat 13 dalam urutan ranking persentase penduduk miskin provinsi-provinsi di Indonesia, setelah—antara lain—Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Jambi, dan Maluku Utara.

Sementara itu, terkait dengan pengurangan kelaparan, perkembangan angka balita yang kekurangan gizi di provinsi ini cukup baik. Dalam kurun waktu 1989-2006, persentase balita yang kekurangan gizi Kalimantan Timur selalu lebih baik jika dibandingkan dengan angka nasional, meskipun pada tahun 2006 angka ini mencapai 25,92 persen, naik dari angka tahun 2000 yang sebesar 22,88 persen.

Target pendidikan dasar untuk semua ditunjukkan oleh indikator APM SD/MI dan SLTP/MT/MTs. APM SD/MI di Kalimantan Timur sejak tahun 2000 yang sebesar 91,4 persen berada di bawah angka nasional (92,3 persen), meskipun pada tahun 1992 APM SD/MI Kalimantan Timur masih di atas angka nasional. Tahun 2006 capaian APM SD/MI adalah sebesar 92,9 persen dan masih di bawah angka nasional (94,7 persen). APM SLTP/MT/MTs Kalimantan Timur menunjukkan kecenderungan yang sama dengan perkembangan APM SD/MI. Tahun 1992 APM SLTP/MT/MTs Kalimantan Timur sebesar 51,6 persen, naik menjadi 60,4 persen tahun 2000, dan naik kembali menjadi 64,0 persen tahun 2006. Tahun 1992 APM SLTP/MT/MTs tersebut jauh di atas angka nasional, tahun 2000 sedikit di atas angka nasional, dan tahun 2006 angka tersebut sudah berada di bawah angka nasional. Dalam kurun waktu 1992-2006, APM SLTP/MT/MTs Kalimantan Timur menunjukkan kenaikan yang tinggi, namun laju kenaikannya lebih rendah jika dibandingkan dengan laju kenaikan APM SLTP/MT/MTs di tingkat nasional.

Terkait dengan pencapaian target kesetaraan gender, perkembangan rasio APM P/L SD/MI tergolong kurang baik. Tahun 1992 rasio APM P/L SD/MI Kalimantan Timur sebesar 95,5, tahun 2000 naik menjadi 101,5, namun pada tahun 2006 menurun signifikan menjadi 98,4. Peringkat rasio APM P/L SD/MI Kalimantan Timur ini merupakan rasio keenam terburuk di Indonesia, bersama-sama dengan Provinsi Papua. Rasio APM P/L SLTP/MT juga kurang baik. Tahun 1992 angka ini adalah sebesar 107,2, tahun 2000 turun menjadi 94,3, dan tahun 2006 meningkat kembali menjadi 100,2, satu tingkat di bawah angka nasional yang sebesar 100,0. Sementara itu, kontribusi perempuan dalam pekerjaan upahan di Kalimantan Timur termasuk sangat buruk. Pada bulan Februari 2007, rasio upah pekerja perempuan terhadap pekerja laki-laki hanya sebesar 56,4. Artinya, untuk pekerjaan yang sama pekerja perempuan hanya memperoleh upah kira-kira separuh dari upah pekerja laki-laki. Untuk indikator ini, Kalimantan Timur menempati peringkat terbawah dari seluruh provinsi di Indonesia, bahkan selisih rasio antara Kalimantan Timur dengan provinsi berperingkat di atasnya mencapai 9,6 dan jika dibandingkan dengan rasio nasional (74,8), selisih rasionya menjadi 18,4. Kesetaraan gender yang berkaitan dengan partisipasi murid perempuan dalam pendidikan dan kontribusi upah pekerja perempuan dalam pekerjaan upahan di provinsi ini dapat dikatakan tergolong buruk.

Indikator untuk melihat pencapaian target menurunkan angka kematian anak adalah AKB dan AKBA. AKB Kalimantan Timur tahun 2005 mencapai 6 per 1.000 kelahiran hidup dan masih di bawah angka nasional (8). AKBA mencapai 32 per 1.000 kelahiran hidup, juga masih di bawah angka nasional (40). Sementara itu, indikator kesehatan lainnya yang terkait dengan pencapaian target memerangi penyakit menular menunjukkan kinerja sedang. Penderita AIDS pada tahun 2005 hanya lima orang, sementara insiden malaria cukup tinggi yaitu 8.830 kejadian.

Terkait dengan upaya pencapaian target memastikan kelestarian lingkungan, indikator yang digunakan adalah luas kawasan hutan, akses air minum non-perpiaan terlindungi, dan akses terhadap sanitasi layak. Luas penutupan lahan dalam kawasan hutan Kalimantan Timur berdasarkan penafsiran citra satelit Landsat 7 ETM+ sampai dengan tahun 2005 adalah sebesar 14,726 juta hektar. Dari luas tersebut, kawasan hutan seluas 9,896 juta hektar, kawasan hutan yang sudah menjadi non-hutan 2,990 juta hektar, dan data tidak lengkap seluas 1,840 juta hektar. Luas penutupan lahan berdasarkan citra satelit Landsat ini tidak berbeda jauh dengan kawasan peruntukan hutan yang ditentukan Pemerintah yaitu seluas 14,652 juta hektar. Selain itu, rumah tangga yang mempunyai akses air minum non-perpipaan terlindungi tergolong bagus. Tahun 1994 persentase rumah tangga dengan akses kepada air minum non-perpipaan terlindungi sebesar 53,2 persen, tahun 2002 menjadi 64,6 persen, dan tahun 2006 menjadi 66,9 persen. Semua angka provinsi tersebut berada di atas angka nasional. Hal ini berarti makin banyak rumah tangga yang menggunakan air bersih. Persentase rumah tangga yang memiliki sanitasi layak juga tergolong baik. Tahun 1992 jumlah tersebut hanya 43,3 persen, tahun 2000 menjadi 68,4 persen, dan tahun 2006 menjadi 80,2 persen. Dalam kurun waktu 14 tahun, persentase rumah tangga yang memiliki akses kepada sanitasi layak selalu berada di atas angka nasional dan juga di atas angka rata-rata setiap provinsi.

Sumber : https://obatwasirambeien.id/ultimate-car-driving-simulator-apk/