Kalimantan Selatan

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan

Posted in : Pendidikan on by : admin

Table of Contents

Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan

Angka kemiskinan Kalimantan Selatan sangat baik. Pada tahun 1993, persentase penduduk miskin masih 18,61 persen dan di atas angka nasional (13,67 persen). Namun pada tahun 2000 angka tersebut turun menjadi hanya 12,97 persen (angka nasional 18,95 persen) dan turun lagi menjadi 7,66 persen pada tahun 2006 (angka nasional 16,58 persen). Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan upaya penanggulangan kemiskinan yang baik di Kalimantan Selatan telah memberikan dampak positif bagi pengurangan jumlah penduduk miskin. Namun demikian, keberhasilan penurunan angka kemiskinan ini tidak diimbangi dengan pengurangan angka kurang gizi bagi balita. Tahun 1992 persentase balita yang kurang gizi mencapai 38,75 persen. Jumlah ini menurun sedikit menjadi 35,78 persen pada tahun 2006. Angka ini masih jauh di bawah angka nasional yang sebesar 28,05 persen. Kalimantan Selatan untuk tahun 2006 berada di peringkat ketiga terburuk dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya.

Target pendidikan dasar untuk semua ditandai dengan indikator APM SD/MI dan APM SLTP/MT/MTs. Pada umumnya, APM SD/MI Kalimantan Selatan masih di atas APM SD/MI nasional. Tahun 1992 APM SD/MI sebesar 90,4 persen, tahun 2000 92,4 persen (sedikit di atas angka nasional yang 92,3 persen), dan tahun 2006 meningkat menjadi 93,3 persen. Selain itu, APM SLTP/MT/MTs Kalimantan Selatan, meskipun secara umum selalu di bawah angka nasional, menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi. Tahun 1992 APM SLTP/MT/MTs sebesar 33,3 persen, kemudian meningkat menjadi 51,8 persen dan meningkat kembali menjadi sebesar 62,1 persen.

Rasio APM antara murid perempuan terhadap murid laki-laki (P/L) SD/MI dan SLTP/MT merupakan beberapa indikator yang menunjukkan kesetaraan gender di bidang pendidikan dasar. Rasio APM P/L SD/MI tahun 2000 yang sebesar 100,7 dan tahun 2006 yang sebesar 100,2 menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam bidang pendidikan dasar setara dengan partisipasi murid laki-laki. Namun demikian, berlawanan dengan rasio APM P/L SD/MI, rasio APM P/L SLTP/MT juga tergolong kurang baik. Rasio APM P/L SLTP/MT Kalimantan Selatan tahun 2006 hanya sebesar 97,6 dan berada di peringkat 10 terburuk jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya. Indikator lainnya yang menunjukkan kesetaraan gender adalah rasio upah bulanan pekerja perempuan terhadap upah pekerja laki-laki. Pada bulan Februari 2007, rasio ini adalah sebesar 74,9, sedikit di atas angka nasional yang sebesar 74,8. Rasio tersebut menunjukkan bahwa masih terjadi ketimpangan yang cukup jauh antara upah pekerja perempuan terhadap upah pekerja laki-laki di bidang pekerjaan yang sama. Upah pekerja perempuan hanya sebesar sekitar 75 persen jika dibandingkan dengan upah pekerja laki-laki.

Terkait dengan angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian balita (AKBA), kinerja Provinsi Kalimantan Selatan dapat dikatakan buruk. Pada tahun 2005, AKB Kalimantan Selatan mencapai 12 per 1.000 kelahiran hidup dan AKBA mencapai 53 per 1.000 kelahiran hidup. Keduanya lebih buruk jika dibandingkan dengan angka rata-rata nasional yang sebesar 8 per 1.000 kelahiran hidup (AKB) dan 40 per 1.000 kelahiran hidup (AKBA). Selain itu, terkait dengan target memerangi penyakit menular, jumlah penderita AIDS hanya tiga orang dan jumlah insiden malaria mencapai sekitar 2.780 kejadian jauh di bawah rata-rata insiden malaria setiap provinsi yang sebesar 23.275 kejadian.

Baca Juga :