Plafon SDN Sukadami 02 Ambruk, Lima Pelajar Terluka

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. Plafon SDN Sukadami 02 Ambruk, Lima Pelajar Terluka
Plafon SDN Sukadami 02 Ambruk, Lima Pelajar Terluka

Plafon SDN Sukadami 02 Ambruk, Lima Pelajar Terluka

Posted in : Pendidikan on by : admin

Plafon SDN Sukadami 02 Ambruk, Lima Pelajar Terluka

Plafon SDN Sukadami 02 Ambruk, Lima Pelajar Terluka

Plafon SDN Sukadami 02 Ambruk, Lima Pelajar Terluka

Pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, pelajar kelas 3 di SDN Sukadami 02, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, kaget lantaran ambruknya plafon yang mengenai lima pelajar, Kamis (14/11).

Akibat dari peristiwa itu, lima pelajar mengalami luka ringan dibagian tangan, kaki, kepala, dan badan. Pasalnya saat kejadian, para pelajar sedang mengikuti pembalajaran.

Sekolah yang berada di Jalan Raya Serang Km1, Desa Sukadami ini, kondisinya

memang cukup memprihantikan. Dari pantauan Radar Bekasi, dari empat ruang kelas yang ada, semua atap plafonya terbilang sudah tidak layak. Untuk satu kelas yang atap plafonnya ambruk, terpantau sudah mulai dilakukan perbaikan.

Siswi kelas III, Naila Pebrianti, yang juga menjadi korban ambruknya atap plafon tersebut menceritakan, pada saat kejadian, dirinya bersama pelajar lainnya sedang berada di dalam ruang kelas mengikuti kegiatan belajar-mengajar.

”Aku lagi nulis. Tiba-tiba atap plafon ambruk. Aku kena bekas plafon dan kayu sedikit.

Kalau genteng jatuhnya ke meja, yang kena ada lima orang. Pas roboh, langsung pada lari keluar disuruh sama ibu guru,” tuturya saat ditemui dikediamannya, Perum Permata Cikarang Selatan, Desa Sukadami, Kabupaten Bekasi.

Naila yang mengalami luka memar dibagian punggung belakang, mengaku kondisi ruang kelas sebelumnya memang sudah mau roboh, lampu ruang kelas saja sudah mau jatuh, sehingga tidak bisa dinyalakan. Dengan nada sedih, Naila juga menyampaikan, sebelum kejadian atap plafon ambruk, temannya sempat mengasih tahu.

”Sebelum itu, teman aku bilang, nanti kalau plafon nya roboh pasti kena Naila sama Ica. Lalu, dua menit kemudian, atap plafon langsung roboh. Kondisinya memang sudah mau roboh sebelumnya, lampunya saja sudah mau jatuh,” ucap Naila.

Di tempat yang sama, ibu korban, Nurmalasari menjelaskan, saat plafon ruang kelas ambruk

, dirinya tidak tahu. Ia mengetahui kejadian itu saat anaknya pulang diantar sama gurunya, karena tertimpa plafon.

”Anak saya pulang ke rumah nangis saat diantar sama gurunya. Saya tanya ini kenapa?, kata gurunya tertimpa atap plafon sekolah yang ambruk. Tadi sudah saya bawa ke dokter, hanya memar saja dibagian punggung belakang,” bebernya.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/