Atap Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Laboratorium

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. Atap Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Laboratorium
Atap Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Laboratorium

Atap Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Laboratorium

Posted in : Pendidikan on by : admin

Atap Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Laboratorium

Atap Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Laboratorium

Atap Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Laboratorium

Satu lagi atap ruangan sekolah yang ambruk terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negeri

(SMPN) 02 Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi. Akibatnya, ruangan kelas yang ambruk sejak Agustus lalu itu tidak bisa digunakan, dan para siswa pun terpaksa mengungsi ke ruangan laboratorium.

”Saya masih ingat pada saat ambruknya atap sekolah tersebut, yakni pada tanggal 4 Agustus 2019. Untungnya tidak ada siswa yang kena timpa material bangunan yang ambruk,” ujar salah seorang staf tata usaha SMPN 02 Karang Bahagia, Dedi Setiadai, saat ditemui, Selasa (19/11).

Kata dia, ruang kelas yang ambruk itu digunakan sebagai ruang belajar reguler.

Sebelum atapnya amrbuk, kondisi ruang kelas memang terlihat rapuh. Rangka penyangga atap yang terbuat dari kayu sudah mulai lapuk. Lantaran tidak ada kelas yang tersisa, maka ruang itu pun terpaksa digunakan.

Menurut Dedi, saat kejadian, tidak ada siswa yang berada di dalam kelas. Sewaktu atap nya ambruk, saat jam istirahat. ”Ya memang bangunan nya sudah lapuk termakan usia, kemudian sempat ada sedikit gempa dan juga beberapa kali diterpa angin,” tuturnya.

Dari hasil pantauan Radar Bekasi di lapangan, tidak hanya atap sekolah yang ambruk, tapi juga ada beberapa sisi dinding terlihat retak.

Dedi menjelaskan, kondisi tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi. Namun, sejauh ini belum ada respon dari dinas terkait. Padahal ia berharap, seharusnya ada tindakan sementara agar ruang kelas itu bisa dimanfaatkan. ”Kata orang Disdik secepatnya akan diperbaiki,” ucapnya.

Tiga ruang kelas di samping yang ambruk juga bangunannya sudah mulai kropos.

Meski masih digunakan, ketiga ruang kelas itu tidak bisa dikatakan layak. Dibeberapa sisi atap kayu nya terlihat sudah lapuk. Kemudian plafon nya pun sudah hancur di beberapa sisi sepanjang lorong kelas.

Lanjut Dedi, secara keseluruhan sekolah tersebut memiliki 14 ruang kelas. Namun mayoritas rusak, baik ringan maupun berat. Tercatat hanya ada empat ruang kelas yang terbilang layak lantaran baru direhab total. Sedangkan sepuluh ruang kelas lainnya rusak, termasuk satu kelas yang ambruk.

Dia berharap, seharusnya ada perbaikan menyeluruh dari sepuluh ruang kelas tersebut. Selain itu, Dedi juga menyampaikan agar ada penambahan ruang kelas baru, lantaran banyak calon siswa yang tidak tertampung karena keterbatasan ruangan.

 

Sumber :

https://ruangseni.com/