Secara umum dikenal Benefit – Cost model sebagai berikut

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. Secara umum dikenal Benefit – Cost model sebagai berikut
Secara umum dikenal Benefit – Cost model sebagai berikut

Secara umum dikenal Benefit – Cost model sebagai berikut

Posted in : Pendidikan on by : admin

Secara umum dikenal Benefit – Cost model sebagai berikut

Secara umum dikenal Benefit – Cost model sebagai berikut

Secara umum dikenal Benefit – Cost model sebagai berikut

(Jumlah kebutuhan) * (Nilai Produk)
B/C = ————————————————-
Biaya Produksi

Sebagai manifestasi dari penyediaan dan permintaan (supply and demand)

Sebagaimana halnya dengan pemetaan, aspek biaya penyelenggaraan SIG dapat dihitung dengan mudah, yakni meliputi biaya untuk :

a. Perancangan dan pengadaan perangkat kersa serta pemeliharaannya.
b. Perancangan dan pengadaan piranti lunak serta pemeliharaannya.
c. Perencanaan dan pengadaan Basis Data serta pemeliharaannya.
d. Pelatihan
e. Penyusunan program-program aplikasi
f. Penyelenggaraan / penerapan SIG.
g. Overhead dan bahan

Untuk dapat mengkuantifikasi manfaat, maka harus mampu untuk mengindentifikasi produk-produk SIG yang akan dihasilkan, memperkirakan jumlah kebutuhan akan produk-produk tersebut serta menentukan nilai produk-produk itu.

Pertanyaan-pertanyaan yang timbul adalah :

Dapatkah pada awal pengembangan SIG, diantisipasi produk-produk SIG yang akan dibutuhkan ?

Dapatkah dari awal dieprkirakan kebutuhan jumlah berbagai produk SIG itu ?

Dapatkah ditentukan nilai / harga produk-produk tersebut ?

Kiranya ketiga pertanyaan tersebut sulit untuk dijawab, bahkan mungkin sekali tidak dapat diperoleh jawaban kuantitatif yang memuaskan, Mengapa ?.

Bilamana SIG hanya dipergunakan sebagai suatu sarana pemetaan berkomputer suatu lembaga tertentu, dapat diperkirakan dengan mudah jumlah dan jenis peta serta skala yang diperlukan. Akan tetapi, sebagaimana diketahui SIG bukan hanya suatu sarana pemetaan melainkan disamping itu merupakan suatu sistem yang dapat dipergunakan sebagai sarana bantu pengambilan keputusan maupun sarana bantu manjemen operasional.

Dalam hubungan itu penggunaannya berkembang menurut keadaan serta perkembangan masalah yang terjadi, hingga memungkinkan pengambilan keputusan ataupun langkah-langkah operasional sebagai respons terhadap perkembangan sewaktu-waktu. Dengan demikian produk-produk SIG tidak dapat diantisipasi baik jenis maupun jumlahnya

Nilai ekonomi SIG, sebagaimana halnya dengan peta, produk-produk SIG berupa berbagai alternatif keputusan-keputusan atau langkah-langkah yang lebih baik atau lebih ekonomis, merupakan bagian dari suatu proses penanganan proyek / kegiatan. Sabagaiman pula halnya dengan peta, nilai ekonomis yang dapat dikuantifikasi berlaku untuk keseluruhan proyek / kegiatan itu, tidak mudah untuk aspek SIG tersendiri.

Karenanya nilai ekonomis SIG ini tidak dapat dievaluasi dengan Hampiran Benefit – Cost Model belaka, melainkan disamping itu melalui Hampiran Cost – Performance bagi manfaat yang dapat dikuantifikasi (tangible benefits) dan melalaui (intangible benefits).

Evaluasi Nilai Ekonomis SIG

Sebagimana telah diuraikan diatas, manfaat SIG meliputi manfaat yang dapat dikuantifikasi (tangible benefits) dan manfaat yang ttidak dapat dikuantifikasi (intangible benefits).

Diantara tangible benefits dapat berupa :

· Penghematan waktu dalam produksi peta serta update-nya
· Mengurangi duplikasi
· Penghematan ruang penyimpanan
· Peningkatan revenue dari penjualan data / informasi
· Peningkatan efektifitas administrasi
· Perencanaan / perekayasaan yang lebih baik
· Peningkatan efektifitas pengendalian dan operasional

Sedangkan intangible benefits anata lain :

· Tersedia lebih banyak informasi mutakhir serta penyediannya secara tepat waktu
· Peningkatan mutu analisis dengan tenaga dan waktu lebih sedikit
· Memungkinkan analisis dan penelitian, alternatif lebih banyak yang sebelumnya tidak mungkin / sulit dilaksanakan.
· Peningkatan mutu keputusan hingga memungkinkan perencanaan yang lebih baik
· Peningkatan fleksibilitas untuk penyusunan dan penyesuaian rencana sebagai respons terhadap kondisi yang berubah.
· Tersedia sarana dan forum yang baik bagi peningkatan koordinasi dan integrasi antar disiplin, sektor pembangunan.

Tangible Benefits

Tangible benefits tersebut di atas pada umumnya dapat dikuantifikasi sebagai penghematan biaya, misalnya dibandingkan dengan cara konvensional 9non-digital), hingga dapat disusun suatu grafik cost-performance yang dapat dipergunakan untuk menilai cost-effectiveness dari sistem yang dipergunakan.

Intangible Benefits

Terkadang kategori benefit ini melakukan pendekatan yang subyektif – kuantitatif, yaitu dilihat dari fungsi SIG sebagai sarana bagi peningkatan mutu pengambilan keputusan dalam keadaan risiko ketidak pastiaan.

Dengan demikian, evaluasinya diselenggarakan dalam kaitan dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, dimana hasil SIG merupakan masukan bagi keputusan / kebijakan (policy decision) yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut.

Dengan cara ini dikaitkannya penilaian manfaat SIG dengan nilai ekonomis tujuan dan sasaran (proyek) yang bersangkutan.

Dalam rangka itu diperlukan :

Perkiraan kontribusi SIG terhadap pengambilan keputusan.

Perkiraan kontribusi pengambilan keputusan terhadap peningkatan mutu proyek atau penghematan biaya proyek hingga nilai intangible benefits ini dapat didekati menurut rumus :

Benefit = Kontribusi SIG * (Kontribusi keputusan * Nilai Ekonomis Proyek)
Subyektifitas dalam penerapan rumus terletak pada perkiraan kontribusi SIG kepada pengambilan keputusan serta kontribusi keputusan kepada peningkatan mutu / efisiensi proyek. Dengan demikian evaluasi ekonomis terhadap intangible benefits SIG hanya dapat didekati secara perkiraan yang subyektif serta tidak normatif.

Sumber : http://www.23hq.com/mbestarticles/photo/61681639