PETA SKALA BESAR = PETA BANYAK DETAIL

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. PETA SKALA BESAR = PETA BANYAK DETAIL
PETA SKALA BESAR = PETA BANYAK DETAIL

PETA SKALA BESAR = PETA BANYAK DETAIL

Posted in : Pendidikan on by : admin

PETA SKALA BESAR = PETA BANYAK DETAIL

PETA SKALA BESAR = PETA BANYAK DETAIL

PETA SKALA BESAR = PETA BANYAK DETAIL

Kembali disini berperan tema serta tujuan dari pembentukan SIG yang akan sangat menentukan pemilihan skala peta yang digunakan untuk menjadi dasar referensi data spasialnya. Sebagai contoh, dalam melaksanakan SIG perkotaan ada beberapa tingkat skala yang perlu dipergunakan agar tujuan SIG perkotaan tersebut dapat tercapai.

Untuk melihat liputan area yang tercakup dari daerah perkotaan (DKI Jakarta) digunakan peta skala 1 : 50.000. Dan ini dipergunakan untuk menunjukkan indeks peta, batas administrasi dari tingkat wilayah, kecamatan sampai pada tingkat kelurahan . Peta distribusi titik kontrol, jaringan jalan dan peta zoning, skala 1:20.000 dapat menunjang untuk keperluan ini.

Sedang untuk perencanaan, ke-tatakotaan, peta 1:1000 digunakan sehingga perkiraan lokasi persil, IMB, tapak rumah, dsb., dapat dimonitor.

Resolusi dari Peta

Ketelitian dari peta adalah ketepatan dari lokasi n bentuk unsur yang dapat diberikan oleh peta sesuai dengan skala petanya. Unsur-unsur yang disajikan akan berbeda penyajiannya sesuai dengan perubahan skala petanya. Jadi skala peta makin kecil, ketelitian peta makin berkurang karena semua unsur harus mengalami generalisasi (penyederhanaan, penghilangan maupun penghalusan detailnya).

Untuk peta yang akan di digit dan dimasukkan ke dalam SIG, maka perlu diketahui hubungan antara kesalahan dan ketelitiannya yang dapat dituangkan dalam rumus dibawah ini :

E = f(f) + f(l) + f(c) + f(d) + f(a) + f(m) + f(p) + f(rms) + f(mp) + u

Dimana fungsi-fungsi tersebut diatas adalah tergantung dari :

· f = adalah flattening dari permukaan bumi yang didatarkan kebidang 2D
(transformasi dari elipsoid ke bidang datar geometris).
· l = adalah ketelitian pengukuran di bumi (proyeksi n datum yang
digunakan)
· c = kebenaran hasil interpretasi dari unsur
· d = ketelitian dari penggambaran / penarikan garis (lebar alat gambar dan
ketepatan mentrace dari unsur)
· a = konversi dari analog ke digital (menyangkut kalibrasi meja digitasi)
· m = kestabilan material gambar (peta , tracing material dsb.)
· p = ketelitian waktu peletakkan cursor
· rms = root mean square (ketelitian dari registrasi tick pada map extent)
· mp = ketelitian mesin (pembulatan dari desimal di dalam komputer itu
sendiri)
· u = kesalahan-kesalahan yang tidak dapat ditentukan sumbernya. Sumber-sumber kesalahan cenderung mempunyai sifat ynag komulatif, oleh karena itu sangat penting untuk berusaha mengurangi sumber-sumber yang dapat menimbulkan kesalahan.

Baca Juga :