Mendahulukan Allah SWT

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. Mendahulukan Allah SWT

Mendahulukan Allah SWT

Posted in : Pendidikan on by : admin

Table of Contents

Mendahulukan Allah SWT

Ibnu Abbas r.a menceritakan kondisi para kawan dekat yang disibukkan bersama dengan pekerjaan dan perdagangannya. Tatkala azan berkumandang, mereka langsung meninggalkan pekerjaan dan perdagangannya, sesudah itu berduyun-duyun menuju masjid untuk shalat berjamaah.

Begitu pula yang disaksikan oleh Abdullah bin Umar r.a saat mampir ke sebuah pasar. Ketika tiba sementara shalat berjemaah, para pedagang serentak menutup toko-toko mereka dan berbarengan berjalan menuju masjid.

Abdullah bin Umar r.a berkata, “Mereka inilah yang di informasikan oleh Allah SWT dalam firman-Nya, ‘Orang yang tidak dilalaikan oteh perdagangan dan menjual beli dari mengingat Allah, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka kuatir terhadap hari saat hati dan penglihatan jadi guncang (hari Kiamat).’ ” (QS. An-Nur [24]: 37)

Rasulullah saw menginformasikan mereka dalam sabdanya, yang dikutip dari kitab Durul Mantsur karangan Allamah Jalaluddin Suyuti dari Fadhail ‘Amal, Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandhalawi r.a, “Pada hari kiamat saat Allah SWT menyatukan manusia terhadap suatu tempat, Aliah SWT akan mensajukan tiga pertanyaan. Pertanyaan pertama, “Siapakah yang memuji Allah terhadap sementara suka dan susah?” Maka sekumpulan manusia akan bangun, lantas masuk ke dalam surga tanpa hisab. Pertanyaan kedua, “Siapakah yang meninggalkan area tidurnya dan menghabiskan malamnya untuk mengingat Altah SWT bersama dengan perasaan kuatir dan penuh harap?” Lalu, sekumpulan manusia akan berdiri dan masuk ke dalam surga tanpa hisab. Pertanyaan ketiga, “Siapakah yang perdagangannya tidak menghalanginya dari mengingat Allah?” Kemudian sekumpulan manusia pun akan bangun, lantas masuk surga tanpa hisab. Setelah ketiga kumpulan manusia itu masuk surga, barulah di awali penghisaban atas manusia yang lainnya.”

baca juga :