KIP untuk Kebutuhan Pendidikan, Bukan yang Lain

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. KIP untuk Kebutuhan Pendidikan, Bukan yang Lain
KIP untuk Kebutuhan Pendidikan, Bukan yang Lain

KIP untuk Kebutuhan Pendidikan, Bukan yang Lain

Posted in : Pendidikan on by : admin

KIP untuk Kebutuhan Pendidikan, Bukan yang Lain

KIP untuk Kebutuhan Pendidikan, Bukan yang Lain

KIP untuk Kebutuhan Pendidikan, Bukan yang Lain

 

Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Didik Suhardi

mengatakan, berdasarkan petunjuk teknis (juknis), Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan pendidikan. Dana manfaatnya harus digunakan untuk keperluan yang relevan dengan biaya pribadi peserta didik, seperti membeli perlengkapan sekolah/kursus, uang saku dan biaya transportasi, biaya praktik tambahan serta biaya uji kompetensi.

Terkait penyalahgunaan dana yang marak dilakukan sebagian masyarakat, ia menjelaskan, PIP diawasi oleh beberapa pihak. Untuk pengawasan internal dilakukan oleh lembaga pengawasan internal sekolah/lembaga pendidikan. Kemudian untuk pengawasan eksternal dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Selain itu, masyarakat juga dapat membantu pengawasan PIP dengan melaporkan hal yang dianggap tidak sesuai ke kontak pengaduan.

“Jadi ini untuk kebutuhan siswa seperti membeli buku tulis, sepatu sekolah,

seragam, juga bisa untuk beli sepeda. PIP ini tidak diperkenankan untuk kepentingan lain,” kata Didik melalui pesan singkatnya kepada SP, Jumat (15/2).

PIP memang difokuskan pada kebutuhan pendidikan karena ini merupakan program pemerintah untuk berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah. PIP juga diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya.

Sebagai informasi, para penerima PIP ini diberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP)

sebagai identitas untuk mendapatkan PIP. Bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah kepada pemegang KIP berbeda-beda untuk tiap jenjang pendidikan. Untuk tingkat SD/MI/sederajat sebesar Rp 450.000 per tahun, tingkat SMP/MTs/sederajat Rp 750.000 per tahun, dan tingkat SMA/SMK/MA/sederajat sebesar Rp 1.000.000 per tahun sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2016.

PIP dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah yakni 6 hingga 21 tahun dari keluarga miskin atau rentan agar tetap mendapatkan layanan pendidikan di sekolah formal maupun informal.

 

Sumber :

https://www.anythingbutipod.com/sejarah-g30s-pki/