Peranan Daerah didalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. Peranan Daerah didalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia

Peranan Daerah didalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia

Posted in : Pendidikan on by : admin

Peranan Daerah didalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia

1. Peran Daerah didalam Perjuangan Kemerdekaan
Setiap daerah memiki peran yang perlu didalam perjuangan merebut dan menjaga kemerdekaan. Kemerdekaan bukanlah hasil perjuangan satu atau beberapa daerah saja, tetapi seluruh rakyat dan daerah di Indonesia. Seluruh rakyat berjuang bersama dengan untuk merebut hak bangsa yang diambil oleh penjajah. Semenjak kedatangan bangsa Barat berawal bersama dengan melaksanakan perdagangan di Indonesia. Namun bersama dengan perubahan sikap bangsa Barat yang idamkan menguasai dan menjajah Indonesia, maka semenjak itu perjuangan bangsa Indonesia untuk menjaga hak tidak dulu kunjung padam. kehadiran bangsa Portugis, Belanda, dan Jepang di wilayah Indonesia yang diteruskan bersama dengan penjajahan, mendapat perlawanan dari bangsa Indonesia di beraneka daerah.

Perlawanan sepanjang penjajahan Portugis antara lain;
Perlawanan rakyat Maluku dipimpin oleh Sultan Harun.
Perlawanan rakyat Demak menyerang Malaka dipimpin oleh Pati Unus dan menyerang Sunda Kepala dipimpin oleh Falatehan.
Perlawanan sepanjang penjajahan Belanda antara lain;
Perlawanan rakyat Aceh dipimpin oleh Tjut Nyak Dien, Teuku Umar, Panglima Polem, dan yang lain.
Perlawanan rakyat di Sumatera Utara dipimpin oleh Raja Sisingamangaraja XII.
Perlawanan di daerah Jawa bersama dengan tokohnya seperti Sultan Ageng Tritayasa, Sultan Agung, dan Pangeran Diponegoro.
Perlawanan di Kalimantan rakyat melawan penjajahan dipimpin oleh Pengeran Antasari.
Perlawanan rakyat Sulawesi bersama dengan tokoh Sultan Hasanudin dan Maluku dipimpin oleh Pattimura.
Perlawanan rakyat Bali dipimpin oleh I Gusti Ketut Jelantik.
Perjuangan merebut kemerdekaan mengalami perubahan kiat sesudah kebangkitan nasional 1908. Perjuangan yang pada mulanya berwujud fisik dan kedaerahan, menjadi perjuangan bersama dengan menekankan organisasi dan berwujud nasional. Pada selagi perjuangan ini berdirilah organisasi perjuangan di beberapa daerah seperti Jong Minahasa, Jong Islamiten Bond, Jong Ambon, Budi Utomo, Sarekat Islam, Partai Nasional Indonesia, dll.

Juga muncul tokoh asal daerah di Indonesia yang menjadi tokoh nasional seperti Soerkarno, Mohammad Husni Thamrin, Muhammad Hatta, Liem Koen Hian, Andi Pettarani, A. A Maramis, Latuharhary, dan tokoh lainnya.

Ciri-ciri perjuangan bangsa Indonesia sebelum akan dan sesudah tahun 1908.
Sebelum 1908
Bersifat kedaerahan atau lokal.
Menggunakan cara kekerasan bersenjata (fisik).
Sangat terkait kepada pimpinan.
Belum tersedia rasa persatuan dan kesatuan.
Sesudah 1908
Bersifat nasional.
Menggunakan perjuangan melalui organisasi.
Perjuangan tidak terkait terhadap pemimpin.
Sudah tersedia rasa persatuan dan kesatuan.
Perjuangan ini terus berlanjut sesudah kemerdekaan untuk menjaga kemerdekaan dari permohonan Belanda untuk menjajah ulang Indonesia. Berbagai moment sejarah mencatat kegigihan para pejuang Indonesia menjaga kemerdekaan. Misalnya moment pertempuran Ambarawa, moment Bandung Lautan Api, perang gerilya Jenderal Soerdirman, pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, dan moment perjuangan yang lainnya.

2. Peran Daerah didalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia Saat Ini

Tidak tersedia negara di dunia ini yang tidak mempunyai daerah. Daerahlah yang membentuk negara. Oleh sebab itu, daerah mempunyai kedudukan yang sangat perlu bagi suatu negara. Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara yang terdiri dari daerah provinsi, kota, dan kabupaten. Daerah-daerah itu adalah anggota tidak terpisahkan dari Negara Indonesia.

Wilayah Indonesia terbagi atas beberapa provinsi, setiap provinsi dikepalai oleh seorang gubernur. Provinsi di Indonesia tersedia 34, yakni sebagai berikut.
Nama Provinsi dan Ibu Kotanya;
Aceh (Banda Aceh)
Sumatera Utara (Medan)
Sumatera Barat (Padang)
Riau (Pekanbaru)
Kepulauan Riau (Tanjung Pinang)
Jambi (Jambi)
Sumatera Selatan (Palembang)
Bangka Belitung (Pangkal Pinang
Bengkulu (Bengkulu)
Lampung (Bandar Lampung)
DKI Jakarta (Jakarta)
Jawa Barat (Bandung)
Banten (Serang)
Jawa Tengah (Semarang)
DI Yogyakarta (Yogyakarta)
Jawa Timur (Surabaya)
Kalimantan Barat (Pontianak)
Kalimatan Tengah (Palangkaraya)
Kalimantan Selatan (Banjarmasin)
Kalimantan Timur (Samarinda)
Kalimantan Utara (Tanjung Selor)
Sulawesi Barat (Mamuju)
Sulawesi Utara (Manado)
Gorontalo (Gorontalo)
Sulawesi Tengah (Palu)
Sulawesi Selatan (Makassar)
Sulawesi Tenggara (Kendari)
Bali (Denpasar)
Nusa Tenggara Barat (Mataram)
Nusa Tenggara Timur (Kupang)
Maluku (Ambon)
Maluku Utara (Ternate)
Papua Barat (Manokwari)
Papua (Jayapura)
Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan sebuah negara besar yang mempunyai luas daratan dan lautan ±5.193.252 km² bersama dengan jumlah penduduk lebih dari 240 juta jiwa. Indonesia merupakan negara kepulauan yang secara asronomis terdapat terhadap 6° LU (Lintang Utara)-11° LS (Lintang Selatan) dan antara 95° BT (Bujur Timur)-141° BT (Bujur Timur). Letaknya yang sangat strategis berdampak terhadap pesatnya kemajuan didalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, dan bidang lainya. Hal ini menjadi modal bernilai bagi bangsa Indonesia didalam menyambut kehidupan era depan yang lebih cemerlang.

Luas wilayah dan jumlah penduduk merupakan potensi yang sangat besar bagi bangsa Indonesia untuk maju dan berdiri sejajar bersama dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Semua potensi berikut sudah pasti mesti dikelola bersama dengan sangat baik oleh seluruh komponen bangsa. Pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah mesti seiringan seiring didalam mengembangkan daerah. Tanah di Indonesia dikenal bersama dengan tanah yang subur. Berbagai model tanaman bisa tumbuh subur di Indonesia yang beri tambahan kemakmuran bagi rakyat Indonesia, terhitung beri tambahan penghidupan bagi beraneka satwa. Demikian terhitung bersama dengan lautan yang luas di daerah tropis merupakan sumber kehidupan di laut. Selain itu kekayaan alam Indonesia berwujud bahan tambang seperti minyak, gas, tembaga, emas, batu bara terkandung didalam bumi Indonesia.

Mengingat keberadaan dan demi menjaga penyelenggara tertib pemerintah yang baik dan efisien, maka kekuasaan negara tentu tidak bisa dipusatkan didalam satu tangan kekuasaan saja. Oleh sebab itu, penyebaran kekuasaan haruslah ditunaikan secara efektif untuk menggapai cita-cita dan tujuan akhir negara sebagaimana disebutkan didalam pembukaan UUD 45. Sebagai konsekuensinya, maka wilayah NKRI haruslah dibagi atas beberapa daerah, baik besar maupun kecil.

Untuk menyelenggarakan otonomi, pemerintah pusat menyerahkan sejumlah urusan pemerintah sebagai urusan rumah tangga daerah otonom, baik terhadap daerah provinsi maupun daerah kabupaten dan kota, berdasarkan situasi politik, ekonomi, sosial, dan budaya, pertahanan dan keamanan, dan juga syarat-syarat situasi dan kemampuan daerah otonom yang bersangkutan.

Pemberian otonom yang seluas-luasnya kepada daerah, sangat mungkin setiap daerah untuk berkembangnya keberagaman daerah sesuai bersama dengan potensi, budaya dan kekayaan yang dimiliki daerah masing-masing yang berdampak bagi peningkatan kesejahteraan penduduk yang ditandai bersama dengan peningkatan indeks pembangunan manusia dan peningkatan kesehatan, pendidikan dan penghasilan masyarakat.

Konsekuensi dari pelaksanaan otonomi daerah, yakni daerah otonom mesti berperan nyata didalam mempercepat terwujudnya kesejahteraan penduduk melalui layanan publik, pemberdayaan, partisipasi masyarakat, dan peningkatan energi saing daerah bersama dengan menyimak prinsip demokrasi, pemerasan, keadilan, dan kekhasan suatu didalam proses NKRI.

Semua daerah di Indonesia mempunyai perannya masing-masing didalam berdirinya NKRI. Kita mesti menanamkan pemahaman bahwa tidak tersedia satu daerah yang lebih berjasa didalam membangun dan memperjuangkan NKRI. Oleh sebab itu, generasi muda yang berada di daerah masing-masing sebaiknya menyadari kedudukan dan peran daerah masing-masing didalam pergerakan perjuangan bangsa Indonesia.

Baca Juga :