Jatuh Cinta Dengan Papua Warga AS Sumpah Setia Menjadi Warga Negara Indonesia

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. Jatuh Cinta Dengan Papua Warga AS Sumpah Setia Menjadi Warga Negara Indonesia
Jatuh Cinta Dengan Papua Warga AS Sumpah Setia Menjadi Warga Negara Indonesia

Jatuh Cinta Dengan Papua Warga AS Sumpah Setia Menjadi Warga Negara Indonesia

Posted in : Pendidikan on by : admin

Jatuh Cinta Dengan Papua Warga AS Sumpah Setia Menjadi Warga Negara Indonesia

Jatuh Cinta Dengan Papua Warga AS Sumpah Setia Menjadi Warga Negara Indonesia

Jatuh Cinta Dengan Papua Warga AS Sumpah Setia Menjadi Warga Negara Indonesia

Wallace Din Wayli, Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Amerika Serikat

, mengucap sumpah dan janji untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Papua. Kamis (23/5) lalu.

Mantan Pilot di Maskapai MAF ini, kini beralih ke bidang pendidikan dengan membuka sekolah untuk anak Papua.

“Wallace sudah 42 tahun berada di Papua dengan kegiatan yang luar biasa, membangun pendidikan khusus orang asli Papua. Dia sudah sangat mahir berbahasa Indonesia,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Papua, Max Wambrauw.

Wambrauw, yang melakukan prosesi tersebut, mengatakan, jalur Naturalisasi bagi WNA

yang ingin menjadi WNI diatur dalam Undang-Undang RI.

Menurut Max, saat ini pendaftaran Kewarganegaraan RI berdasarkan Pasal 19 UU Nomor 12/2006, yang dilakukan secara online melalui aplikasi Sistem Administrasi Kewarganegaraan Elektronik (SAKE) pada layanan Administrasi Hukum Umum (AHU) online.

Max berharap Wallace yang disumpah janji jadi WNI ini selanjutnya yang bersangkutan bisa berkolaborasi dengan program-program Pemerintah Daerah dan LSM yang ada di Tanah Papua.
Baca juga : BPKLN Papua Dorong Pembangunan Pos Lintas Batas Negara Di 4 Kabupaten

Wallace sendiri seorang pendiri sekolah Papua Harapan yang beralamat di Kabupaten Jayapura.

Hal ini menurut Wambrauw sangat bagus karena sebelumnya Wallace adalah seorang pilot pada pesawat MAF. Tapi sekarang ia sudah membangun sekolah khusus anak asli Papua yang tersebar hingga ke Pedalaman Papua.

“Wallace seorang pejuang pendidikan di tanah Papua, membangun Papua adalah membangun manusianya,” tegas Max Wambrauw

Sementara Wallace Dean Wiley, pria kelahiran Washington, 5 April 1948 tersebut mengaku, karena kecintaan terhadap Indonesia yang membuat dirinya yakin berpindah kewarganegaraan.

“Saya begini karena kehendak Tuhan, Tuhan memanggil saya ke Papua untuk membantu sebaik mungkin di sini, dengan usia yang sudah tua, saya lakukan naturalisasi biar saya bantu secara bebas di sini. Selama di Papua saya di MAF tetapi beberapa tahun ini kami mendirikan yayasan baru yaitu Papua Harapan,” kata Wallace.

Menurut Wallace, bersama yayasan Papua Harapan, pihaknya sudah membangun sekolah dan beberapa berada di Pedalaman Papua, termasuk membangun klinik kesehatan.

Harapan Wallace ke depan, bisa membangun sebuah sistem kesehatan yang paling baik untuk anak-anak kita di pedalaman.
Baca juga : Majukan Papua Melalui Kerja Sama Dengan Universitas Striling Inggris

“Saya lihat potensi pendidikan yang luar biasa dalam diri anak-anak Papua tetapi kesempatan belum ada, maka kami mau kasih mereka kesempatan dan waktu sebaik-baiknya dan maju bersaing dengan seluruh dunia,” kata dia.

Wallace menjelaskan, sekolah pada Yayasan Papua Harapan menerima anak-anak Papua dari tingkat Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar, namun ke depan akan dibangun sekolah untuk anak-anak SMP sampai SMA tentu hal yang sama dilakukan di pedalaman Papua.

 

Sumber :

https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/negara-yang-menjajah-indonesia/