170 Siswa Sekolah Indonesia Luar Negeri Jadi Duta Budaya di Festival Janadriyah

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. 170 Siswa Sekolah Indonesia Luar Negeri Jadi Duta Budaya di Festival Janadriyah
170 Siswa Sekolah Indonesia Luar Negeri Jadi Duta Budaya di Festival Janadriyah

170 Siswa Sekolah Indonesia Luar Negeri Jadi Duta Budaya di Festival Janadriyah

Posted in : Pendidikan on by : admin

170 Siswa Sekolah Indonesia Luar Negeri Jadi Duta Budaya di Festival Janadriyah

170 Siswa Sekolah Indonesia Luar Negeri Jadi Duta Budaya di Festival Janadriyah

170 Siswa Sekolah Indonesia Luar Negeri Jadi Duta Budaya di Festival Janadriyah

Status Indonesia sebagai tamu kehormatan Festival Janadriyah ke-33 di Riyadh, Arab Saudi, melibatkan dukungan dan partisipasi berbagai pihak. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai leading sector bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh merancang semua kegiatan dan kebutuhan untuk Festival Janadriyah. Siswa/siswi Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Riyadh, Mekkah, dan Jeddah pun turut berkontribusi menjadi duta budaya di Festival Janadriyah. Total ada 170 siswa dari Sekolah Indonesia Riyadh, Sekolah Indonesia Mekkah, dan Sekolah Indonesia Jeddah, yang berpartisipasi sebagai penampil seni di Festival Janadriyah ke-33.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Ahmad Ubaedillah mengatakan, setiap hari Indonesia menyajikan pertunjukan seni yang menampilkan siswa/siswi dari ketiga SILN secara bergantian. Untuk Festival Janadriyah, Sekolah Indonesia Riyadh mengirimkan 100 pelajar, Sekolah Indonesia Jeddah mengirimkan 40 pelajar, dan Sekolah Indonesia Mekkah mengirimkan 30 pelajar.

“Para pelajar SILN ini menjadi duta budaya kita. Mereka berlatih di sekolah,

dan mereka itu betul-betul all out,” ujar Ubaedillah di Paviliun Indonesia di Festival Janadriyah, Riyadh, Arab Saudi, Selasa (8/1/2019).

Ia menjelaskan, tidak semua pelajar SILN diperbolehkan tampil di Festival Janadriyah. Ada batasan atau ketentuan yang harus diikuti sesuai dengan aturan yang berlaku di Arab Saudi. “Bagaimanapun juga kita harus menghargai hukum yang berlaku di Arab Saudi, misalnya perempuan yang sudah aqil baligh tidak boleh menyanyi atau menari. Jadi yang ditampilkan adalah anak-anak SMP dan SD. Kita hormati ketentuan yang berlaku di sini,” tuturnya. Namun, tidak ikut tampil dalam pertunjukan seni tak membuat siswa SMA di SILN Arab Saudi lepas tangan dari Festival Janadriyah. Baik siswa maupun guru dan staf sekolah, semua bekerja sama untuk mengharumkan nama Indonesia di Festival Janadriyah ke-33.

Beberapa pertunjukan seni yang ditampilkan pelajar SILN antara lain Pencak Silat, Tari Kreasi Kuda Lumping, Tari Maung Lugay, Tari Badindin, dan Tari Ondel-Ondel. Bahkan mereka juga menyajikan beberapa sendratari, seperti Sendratari “Roti Island” dari Nusa Tenggara Timur, Sendratari “Mangose Padan” Asal Mula Danau Toba Sumatera Utara, dan Sendratari “Ande-ande Lumut” dari Jawa. Ada juga penampilan dari siswa SILN yang tampil menyanyikan lagu-lagu daerah dengan diiringi alat musik tradisional yang dimainkan siswa lain, seperti angklung dan gendang.

Farha Unsil Habieb, siswi kelas VIII Sekolah Indonesia Riyadh menyatakan kebanggaannya

bisa berpartisipasi dalam Festival Janadriyah ke-33, di mana Indonesia menjadi tamu kehormatan. “Saya lihat dari awal Janadriyah, semuanya semangat banget, bangga sebagai orang Indonesia menampilkan budaya Indonesia kepada orang-orang Arab yang jarang lihat penampilan seni seperti ini,” tutur gadis yang sejak lahir sudah tinggal di Riyadh itu.

Ia berharap, siswa maupun masyarakat Indonesia lainnya yang tinggal di negara lain pun semakin semangat mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia. Bagi Farha, mengenalkan budaya Indonesia ke masyarakat Arab Saudi menjadi suatu hal yang bangga dilakukannya. Ia kerap mengangkat budaya Indonesia dalam sebuah obrolan dengan masyarakat Arab Saudi. “Awalnya lagi iseng aja. Ketemu, lalu duduk bareng. Terus ditanya, di Indonesia ada apa aja? Kadang jelasin pake bahasa Arab, tapi ada juga yang bisa bahasa Inggris,” tutur Farha.

Ditanya mengenai perbedaan bersekolah di SILN dengan di Indonesia, ia menuturkan,

jumlah teman sekolah di SILN terbatas, tidak seperti di Indonesia. “Kalau di Indonesia kan setiap kelas ada kelas A, B, atau C. Di sini kelasnya satu aja. Sekolahnya dari TK sampai SMA satu gedung, jadi temannya itu-itu aja,” ungkapnya. Namun Farha menyadari, sebagai anak Indonesia, kehadirannya di negara lain menjadikan dirinya dan teman-temannya sebagai duta budaya Indonesia di Arab Saudi. Ia pun berpesan kepada seluruh anak Indonesia agar tetap melestarikan budaya Indonesia di manapun berada.

“Pokoknya tetap lestarikan budaya Indonesia. Jangan sampai budaya kita luntur karena budaya dari luar masuk. Jadi bikin Indonesia bangga bukan dengan budaya lain, tapi dengan budaya kita sendiri yang bisa ditampilkan ke negara lain,” katanya dengan semangat. (Desliana Maulipaksi)

 

Sumber :

http://syifa.student.ittelkom-pwt.ac.id/