Dampak Perubahan Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. Dampak Perubahan Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat

Dampak Perubahan Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat

Posted in : Pendidikan on by : admin

Dampak Perubahan Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat

Perubahan sosial menuntut adanya penyesuaian pada sistem nilai dan sistem norma yang baru bersama dengan sistem nilai dan sistem norma yang lama. Tidak tiap tiap cara penyesua-ian sukses secara sempurna. Ada jenis penduduk yang sanggup secara cepat menerima perubahan bersama dengan menerima seluruhnya sistem nilai dan sistem norma yang baru. Sebaliknya, tidak sedikit penduduk yang selalu bersiteguh memegang sistem nilai dan sistem norma yang udah lama dianut. Perbedaan-perbedaan tersebut sanggup menimbulkan kesenjangan budaya atau kerap disebut bersama dengan makna cultural lag. Kondisi layaknya ini sanggup diperhatikan pada tata kehidupan penduduk kota yang serba cepat didalam menerima perubahan sehingga memposisikan dirinya sebagai penduduk yang modern. Sementara penduduk pedesaan yang pada biasanya merupakan penduduk pertanian tetap lumayan kuat didalam memegang tradisi istiadat dan tradisi-tradisi yang diwarisi secara turun temurun sehingga relatif lamban didalam menerima perubahan zaman.

Ketika berlangsung sistem perubahan sosial didalam sebuah grup penduduk dapat menimbulkan ketidakseimbangan (disequilibrium) didalam hubungan-hubungan sosial. Kehidupan penduduk kota yang serba lengkap bersama dengan segala macam layanan hidup, udah menjadi daya tarik yang luar biasa bagi lebih dari satu penduduk pedesaan yang menghendaki turut menikmati kue pembangunan di kota. Akibatnya berlangsung penumpukan tenaga kerja di kota yang disebabkan oleh derasnya arus urbanisasi. Penumpukan tenaga kerja yang tidak terserap oleh lapangan kerja dapat menimbulkan lebih dari satu dampak negatif, seperti:

(1) pertambahan angka pengangguran,
(2) pertambahan tingkat kemiskinan,
(3) pertambahan kejahatan sosial, dan lain sebagainya.

Jika dikaji secara mendalam, beberapa langkah penyesuaian yang dijalankan sehubungan bersama dengan adanya perubahan setidaknya dapat menimbulkan dua kemungkinan, yaitu:

(1) ditemukannya sistem nilai dan sistem norma yang baru yang menjadi landasan didalam jalankan kesibukan sosial, dan
(2) berkembangnya permasalahan-permalasahan baru sebagai akibat dari kegagalan didalam jalankan usaha penyesuaian pada sistem nilai dan sistem norma yang baru tersebut.

Alternatif pertama merupakan uraian kesuksesan dari bermacam unsur yang tersedia didalam kehidupan penduduk didalam jalankan cara penyesusian sehingga berlangsung integrasi sosial. Sebaliknya, alternatif ke dua merupakan uraian kegagalan dari bermacam unsur yang tersedia didalam kehidupan penduduk didalam jalankan beberapa langkah penyesuaian sehingga menimbulkan disintegrasi sosial. Adapun gejala-gejala yang memulai terjadinya disintegrasi sosial pada lain adalah sebagai berikut:

1. Tidak adanya persamaan pandangan perihal tujuan hidup yang awal mulanya dijadikan landasan bagi semua anggota penduduk didalam jalankan kesibukan sosial.
2. Tidak berfungsinya sistem nilai dan sistem norma secara baik sebagai alat pengendalian sosial didalam kehidupan masyarakat.
3. Terjadi pertentangan sistem nilai dan sistem norma didalam kehidupan bermasyarakat.
4. Para anggota penduduk yang berperilaku menyimpang tidak dikenakan sanksi secara konsekuen cocok bersama dengan norma hukum yang berlaku.
5. Tindakan para anggota penduduk tidak ulang cocok bersama dengan sistem nilai dan sistem norma yang udah disepakati sebelumnya.
6. Terjadinya sistem sosial yang berwujud disosiasif yang berwujud persaingan, pertentangan, permusuhan, dan lain sebagainya.

Gejala-gejala awal dari sistem disintegrasi di atas dapat berlanjut bersama dengan berkembangnya kehidupan yang tidak normal yang ditandai bersama dengan berkembangnya bermacam macam krisis, layaknya krisis sosial, krisis moral, krisis ekonomi, krisis hukum, krisis politik, dan lain sebagainya. Kehidupan penduduk kita dewasa ini udah perlihatkan adanya krisis multi dimensional. Masyarakat kita dewasa ini udah jadi biasa bersama dengan berita-berita perihal korupsi, kolusi, nepotisme, perampokan, penodongan, pencurian bersama dengan kekerasan, pemerkosaan, mengkonsumsi narkoba, prostitusi, dan lain sebagainya.

Segala macam bentuk kejahatan, baik kejahatan sosial, kejahatan politik, kejahatan ekonomi, maupun segala macam kejahatan lainnya bersama dengan enteng sanggup diperoleh melalui siaran media massa. Menanggapi bermacam macam problema sosial di atas, sosiolog Soerjono Soekanto beranggapan bahwa problema sosial tersebut tumbuh dan berkembang sebagai akibat dari tidak adanya satu kesatuan (integrasi) yang seirama pada lembaga-lembaga sosial, sehingga penduduk mengalami ada problem didalam mengatur diri didalam hubungan-hubungan sosial.

Sumber : kumpulansurat.co.id/

Baca Juga :