Pengertian Konsep Belajar Tuntas

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. Pengertian Konsep Belajar Tuntas

Pengertian Konsep Belajar Tuntas

Posted in : Pendidikan on by : admin

Pengertian Konsep Belajar Tuntas

Pengertian Konsep Belajar Tuntas adalah suatu proses belajar yang inginkan sebagian besar peserta didik dapat menguasai target pembelajaran secara tuntas. Konsep Belajar Tuntas sebagai langkah belajar mengajar terlampau untung bagi siswa dikarenakan tiap-tiap siswa dapat dikembangkan secara optimal.

Moh. Uzer Usman dan Lilis Setiawati menyampaikan bahwa ”belajar tuntas adalah pencapaian taraf penguasaan sedikitnya yang ditetapkan untuk tiap-tiap unit bahan pelajaran baik secara perorangan maupun group supaya apa yang dipelajari siswa dapat tercapai semua”. contoh surat penawaran harga

Menurut Suryosubroto, belajar tuntas adalah suatu filsafat yang menyatakan bahwa bersama proses pengajaran yang tepat semua siswa dapat belajar bersama hasil yang baik berasal dari hampir semua materi pelajaran yang diajarkan di sekolah.

Kunandar di dalam bukunya guru propesional implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan persiapan hadapi sertifikasi guru menyatakan bahwa ketuntasan belajar tiap-tiap indikator yang udah ditetapkan di dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk tiap-tiap indikator 75%. Satuan pendidikan harus pilih kriteria ketuntasan sedikitnya bersama memperhitungkan tingkat kekuatan biasanya peserta didik dan juga kekuatan sumber daya pendukung di dalam penyelenggaraan pembelajaran. Satuan pendidikan diinginkan menambah kriteria ketuntasan belajar secara berkesinambungan untuk meraih ketuntasan ideal.

Konsep Belajar Tuntas
Pembelajaran tuntas (Mastery Learning) di dalam KTSP adalah pendekatan di dalam pembelajaran yang mempersyaratkan siswa menguasai secara tuntas semua standar kompetensi maupun kompetensi dasar mata pelajaran. Dengan demikian dapat diartikan bahwa pengukuran kekuatan siswa di dalam penelitian ini sesuai bersama pelaksanaan belajar tuntas, yaitu ada program perbaikan/program remedial, yaitu kalau siswa belum meraih ketuntasan yang ditetapkan, maka siswa diberi program perbaikan hingga meraih ketuntasan.

Ciri pertama penilaian pendidikan yaitu penilaian dilakukan secara tidak langsung, andaikata bersama mengukur kepandaian bersama ukuran kekuatan menyelesaikan soal-soal, yaitu dilakukannya evaluasi. Alat yang digunakan di dalam evaluasi tersedia 2 macam, yaitu tes dan non tes. Tes merupakan suatu alat pengumpul informasi yang fungsinya untuk mengukur hasil belajar siswa dan mengukur keberhasilan program pengajaran. Sedangkan teknik wujud non tes untuk menilai sikap, minat, dan kepandaian siswa, lewat teknik wawancara, angket dan observasi. Dari gambaran tadi dapat diketahui bahwa kekuatan dapat diukur lewat tes, tes termasuk ditujukan untuk mengukur ketuntasan belajar siswa.

Referensi

Moh. Uzer Usman dan Lilis Setiawati, Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1993),
Suryosubroto B, Proses belajar Mengajar di Sekolah, (Jakarta: Rineka Cipta, 1997),
Kunandar, Guru propesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) dan Persiapan Menghadapi Sertifikasi Guru, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007), Ed. 1