Brian Loyd Berbagi Pengalaman Keliling Dunia

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. Brian Loyd Berbagi Pengalaman Keliling Dunia
Brian Loyd Berbagi Pengalaman Keliling Dunia

Brian Loyd Berbagi Pengalaman Keliling Dunia

Posted in : Pendidikan on by : admin

Brian Loyd Berbagi Pengalaman Keliling Dunia

Brian Loyd Berbagi Pengalaman Keliling Dunia

Brian Loyd Berbagi Pengalaman Keliling Dunia

BANDUNG-Pilot berkebangsaan Amerika Serikat Kapten Brian Loyd mengikuti jejak Amelia Earthart, pilot wanita pertama yang menemukan rute benua Atlantik. Brian pun membagikan pengalamannya ketika mengunjungi Bandung, Kamis (29/6/2017)

Perjalanannya dimulai di negara bagian Wisconsin Amerika Serikat pada 1 Juni 2017 dan rencananya berakhir pada 24 Juli 2017 di tempat yang sama.

 

Selama perjalanannya mengelilingi dunia Brian mengaku beberappa negara bagian

yang pernah dikunjungi seperti Texas, Florida, Trinidad dan Tobago, Brazil, Sudan, Senegal, Oman, Pakistan, India, Thailand, Banglades, Myanmar, Singapura dan kini di Indonesia.

Menurutnya, yang paling menarik dalam perjalanan terbang berkeliling dunia dengan terbang solo adalah bahwa setiap negara memiliki kesamaan dalam satu hal.

“Kesamaannya adalah bahawa di setiap negara itu semua orang tua dan semua agama pun berusaha keras agar anak-anaknya lebih maju dari orang tuanya sendiri,”ungkapnya.

Brian mengungkapkan alasannya melakukan perjalanan keliling dunia dengan mengikuti jejak Amelia Earheart. Dia menilai, pilot wanita yang sempat mendarat di Bandung pada 1931 itu merupakan penerbang wanita pertama di dunia yang luar biasa. Selain itu, Brian mengidolakan Co Pilot Earheart yaitu Fred Wilman yang merupakan penemu rute benua Pasifik pada 1937.

“Saya mengidolakan Amelia Earthart karena beliau merupakan pioner yang melintasi benua Atlantik. Juga, Co Pilot Fred yang menemukan rute benua Pasifik. Saya mengidolakan mereka sehingga melakukan napak tilas ini,”tuturnya.

Brian pun menjelaskan alasan Eartheart mendarat di Indonesia.

Menurutnya, sang idola ingin membuat sensasi mengelilingi dunia dengan satu putaran yang sejauh-jauhnya dengan melakukan penerbangan di garis lintang yang paling tinggi. Hal itu dilakukan agar jarak mengelilingi dunia menjadi pendek sedangkan jika dilakukan di garis equator maka jaraknya akan lebih jauh.

Brian mengaku dalam mengelilingi dunia ini menggunakan sumber dana dari donator seluruh dunia. Tapi kebanyakan dari kantong Brian pribadi yang sudah direncanakan 30 tahun sebelumnya sejak ayahnya masih hidup.

Pilot yang selalu melakukan penerbangan pada siang hari ini memaparkan beberapa aktivitasnya selama berada di pesawat berkeliling dunia yaitu selalu berkoordinasi dengan air traffic controller untuk keselamatan penerbangannya. Selain itu, berkomunikasi dengan teman-teman di timnya, dan memfoto objek yang menarik di udara.

 

“Perjalanan ini tidak membosankan banyak aktivitas yang saya lakukan di udara,”ujarnya.

 

Beberapa negara yang akan dikunjungi setelah Indonesia diantaranya Australia, Selandia Baru, Fiji kemudian terbang melintas saja dengan menabur bunga untuk mengenang Amelia Earheart dan Fred lalu mendarat di Christmas Island, Hawaii dan berakhir di negara bagian Wiscosin Amerika Serikat melalui pantai barat.

Setelah misi penerbangan keliling dunia ini berakhir, Brian ke depannya akan tetap mengajar di sekolah penerbangan miliknya di Texas.

“Saya ingin menumbuhkan optimisme pada generasi muda. Bahwa apa yang saya lakukan bisa dilakukan juga oleh mereka,”pungkasnya. (MAT)

 

Sumber :

http://bit.do/gurupendidikan