Jokowi Minta Sistem Pendidikan Dirombak Besar-besaran

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. Jokowi Minta Sistem Pendidikan Dirombak Besar-besaran

Jokowi Minta Sistem Pendidikan Dirombak Besar-besaran

Posted in : Pendidikan on by : admin

Jokowi Minta Sistem Pendidikan Dirombak Besar-besaran – Presiden Joko Widodo menginginkan dilaksanakan perombakan besar-besaran dalam sistem edukasi di Indonesia. Perombakan besar tak melulu berlaku untuk murid tetapi pun tenaga pengajar

“Untuk guru-guru saya lihat pun sudah dimulai. Tapi sekali lagi ini membutuhkan sebuah perombakan besar dan kita mohon mulai tahun depan sungguh-sungguh dilakukan besar-besaran,” kata Jokowi dalam rapat terbatas pagi ini di Istana Bogor, Rabu (21/11).

Rapat terbatas tersebut membahas pembangunan Sumber Daya Manusia guna akselerasi perkembangan ekonomi. Rapat dihadiri nyaris seluruh anak buah Presiden laksana Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, Menristekdikti M. Nasir, serta Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Perombakan sistem edukasi secara besar-besaran bertujuan untuk menambah kualitas sumber daya insan (SDM).

Berdasarkan keterangan dari Jokowi pembangunan insan harus dinaikkan setelah pemerintah sekitar ini konsentrasi membangun dan menambah infrastruktur serta konektivitas di daerah.

“Kita mesti dapat menjadikan 260 juta warga Indonesia menjadi kekuatan besar negara kita. Bukan melulu untuk menyokong akselerasi perkembangan ekonomi tetapi pun mengejar peradaban bersama,” ujarnya.

Jokowi berasumsi kualitas SDM dapat dinaikkan melalui perbaikan sistem edukasi dan revitalisasi edukasi vokasi yang dicocokkan dengan keperluan industri dan pertumbuhan teknologi.

Hal-hal tersebut disebut Jokowi telah dilaksanakan dalam empat tahun terakhir namun belum maksimal.

Di samping itu, penambahan kualitas SDM pun dapat dilaksanakan dengan meningkatkan kemampuan pencari kerja dan pekerja melewati pelatihan vokasi serta program sertifikasi.

Ia menuturkan program ini sudah dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan menyertifikasi belasan ribu pekerja konstruksi dalam sejumlah tahun terakhir.

“Saya mohon ini tahun depan dilaksanakan besar-besaran tentang ini. Tetapi (sekarang) memang jumlahnya masih kecil,” tuturnya.

Jokowi menegaskan penambahan kualitas SDM tidak saja tugas pemerintah. Hal ini dinamakan menjadi tanggung jawab dunia usaha, pendidikan, tergolong pondok-pondok pesantren.

Selengkapnya: bahasainggris.co.id