Diet Rendah Karbohidrat Dapat Meningkatkan Risiko Kematian Dini, Benarkah?

  1. Home
  2. /
  3. Kesehatan
  4. /
  5. Diet Rendah Karbohidrat Dapat Meningkatkan Risiko Kematian Dini, Benarkah?

Diet Rendah Karbohidrat Dapat Meningkatkan Risiko Kematian Dini, Benarkah?

Posted in : Kesehatan on by : admin

Diet Rendah Karbohidrat Dapat Meningkatkan Risiko Kematian Dini, Benarkah? – Diet rendah karbohidrat atau diet rendah karbo tidak sedikit dipilih orang guna menurunkan berat badan. Diet dengan meminimalisir jumlah asupan karbohidrat ini juga digunakan orang guna tetap bugar. Padahal, kajian terbaru mengindikasikan diet rendah karbohidrat malah tidak sehat sama sekali.

Banyak orang yang menghindari santap pasta, nasi atau juga kentang guna diet ini. Sementara, di penelitian yang dipresentasikan Kongres Masyarakat Kardiologi Eropa 2018 di Jerman menermukan, diet dengan karbohidrat yang paling rendah malah meningkatkan risiko kematian dini.

“Kami mengejar bahwa orang-orang yang mengonsumsi diet rendah karbohidrat berisiko lebih tinggi merasakan kematian dini. Risiko pun meningkat untuk penyebab kematian individu, tergolong penyakit jantung koroner, stroke dan kanker. Diet ini mesti dihindari,” ungkap pengarang utama kajian ini, Profesor Maciej Banach dari Medical University of Lodz, Polandia, laksana dikutip Mercury News.

Kajian ini dibentuk dengan memakai data diet dan kesehatan dari nyaris 25.000 orang yang dikoleksi melalui Survei Kesehatan dan Penelitian Nutrisi Nasional antara 1999—2010. Dari data tersebut, peneliti mengejar lebih dari rata-rata 6,4 tahun follow up, orang yang mengonsumsi jumlah karbohidrat terendah mempunyai risiko kematian 32% lebih tinggi, selama 50% risiko sekarat dampak penyakit vascular dan 36% risiko sekarat dampak kanker, dikomparasikan orang yang santap lebih tidak sedikit karbohidrat.

“Diet rendah karbohidrat mungkin bermanfaat untuk penurunan berat badan jangka pendek, penurunan gula darah dan menambah kendali gula darah, namun kajian kami mengindikasikan, di jangka panjang, diet ini bersangkutan bertambahnya risiko kematian dari penyebab apa juga dan kematian dampak penyakit kardiovaskular, cerebrovaskular dan kanker,” tutur Banach.

Bagian dari masalahnya ialah orang yang menghilangkan karbohidrat barangkali malahan mengonsumsi makanan berlemak tinggi. “Ketika kalian tidaka santap karbo, kalian mesti santap sesuatu. Kita ingin makan protein dan lemak lebih tinggi (saat diet rendah karbo). Lagipula, karbohidrat ialah satu-satunya sumber serat dan serat tersebut baik untuk meminimalisir risiko kanker payudara, menurunkan kolesterol dan menciptakan kita merasa kenyang lebih lama,” papar Despina Hyde, pakar diet di Program Manajemen Berat Badan NYU Langone.

Meski begitu, mempunyai terlalu tidak sedikit atau terlalu tidak banyak karbo di dalam tubuh masih tetap dapat dilakukan.

“Terlalu tidak sedikit dan terlalu tidak banyak karbohidrat tersebut berbahaya. Tapi, yang paling tidak sedikit diperhitungkan merupakann tipe lemak, protein dan karbohidrat,” ujar pengarang kajian itu, Walter Willet di Harvard T. H. Chan School of Public Health.

Karbohidrat tetap baik untuk tubuh. Namun, hendaklah lebih berhati-hati dalam memilih jenis karbohidrat yang dicicipi seperti biji-bijian hitam, buah, quinoa dan gandum utuh.

Baca Juga: