Mengenal Potensi Usaha Kepiting Bakau

  1. Home
  2. /
  3. Budidaya
  4. /
  5. Mengenal Potensi Usaha Kepiting Bakau

Mengenal Potensi Usaha Kepiting Bakau

Posted in : Budidaya on by : admin

Mengenal Potensi Usaha Kepiting Bakau – Kepiting bakau atau dalam bahasa ilmiahnya diklaim Scylla sp. Merupakan kepiting yang hidup pada perairan payau terutama pada daerah bakau (mangrove). Kepiting bakau mempunyai karakteristik – ciri morfologi menjadi berikut yaitu kepiting ini mempunyai lebar karapas lebih besar daripada ukuran panjang tubuhnya & permukaannya licin. Kepiting bakau jantan mempunyai sepasang capit yg lebih panjang dibanding kepiting bakau betina yaitu hampir dua kali panjang karapasnya.

Kepiting bakau mempunyai kaki jalan & kaki renang sebagai akibatnya disaat berada di perairan bahari buat memijah kepiting ini memakai kaki renangnya buat menuju samudera sedangkan kaki jalan dipakai pada ketika mereka berada di dasar perairan payau yang berlumpur. Perbedaan kepiting bakau jantan & betina dapat dilihat dari bentuk abdomen bagian bawah tubuhnya yaitu pada kepiting bakau jantan berbentuk segitiga runcing, sedangkan pada kepiting bakau betina berbentuk segitiga melebar.

Kepiting bakau terdiri atas beberapa spesies yang dikenal yaitu Scylla serrata, Scylla tranquebaria, dan Scylla oceanica. Dari ketiga spesies ini yang banyak dibudidayan di Indonesia yaitu jenis Scylla serrata, karena jenis ini memiliki laju pertumbuhan yang lebih cepat dibanding jenis kepiting bakau yang lain & taraf ketahanannya pun lebih tinggi serta terutama harganya pun lebih tinggi dibandingkan spesies yang lain.

Kepiting bakau akan hidup di kawasan mangrove buat berlindung, mencari makan, & bertumbuhkembang. Kepiting bakau akan melakukan perkawinan pada perairan payau (daerah mangrove) yg kemudian kepiting bakau betina akan melakukan pemijahan pada lautan. Setelah telur menetas, fase awal kepiting bakau dianggap Zoea yang akan hayati dengan mengikuti arus menuju perairan pantai, selesainya itu tumbuh sebagai Megalopa yg akan hidup pada perairan estuari (payau) hingga dalam kawasan mangrove akan tumbuh berkembang menjadi kepiting muda yg menerima nutrisi di perairan mangrove sehingga tumbuh berkembang menjadi kepiting dewasa.

Kepiting bakau memiliki daur hidup yang bisa menjalani kehidupan pada aneka macam syarat perairan. Pada ketika kepiting bakau baru menetas, suhu air bahari umumnya berkisar 25°C – 27°C menggunakan salinitas 29 – 33 ppt. Hal tadi mempunyai rentan yg relatif tinggi berdasarkan perairan pantai. Pada saat kepiting bakau dalam fase megalopa, bisa mentoleransi salinitas air yang rendah yaitu 10 – 24 ppt dengan suhu diatas 10°C.

Potensi Usaha
Kepiting bakau mempunyai nilai ekonomis yg relatif tinggi di pasaran. Produksi kepiting bakau relatif laku pada pasaran mancanegara, terutama Amerika Serikat, karena negara tersebut merupakan konsumen kepiting tertinggi pada dunia yaitu mencapai 55% dari total produksi kepiting global. Pada athun baru 2017, harga kepiting bakau mencapai Rp 60.000 – Rp 120.000 tergantung beratnya. Harga kepiting sewaktu – waktu bisa berubah pada pasaran yg disebabkan lantaran imbas dari kualitas & kuantitas hasil produksi kepiting bakau.

Semakin meningkatnya permintaan kepiting bakau di pasaran akan menyebabkan semakin semakin tinggi juga penangkapan yg dilakukan sang nelayan terhadap kepiting bakau. Oleh karena itu Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah mengeluarkan peraturan penangkapan kepiting bakau buat mencegah over-exploited terhadap kepiting bakau yg dapat mengancap ketersedian kepiting bakau pada Indonesia.

Berdasarkan Permen Menteri KP No. 56/2016 bahwa kepiting yg boleh ditangkap harus dengan ukuran panjang karapas di atas 15 cm atau dengan berat diatas 200 gram. Adanya peraturan tersebut diharapkan induk kepiting bakau yang siap memijah nir ditangkap, sehingga bisa membuat telur yang akan menaikkan jumlah ketersediaan kepiting bakau di perairan Indonesia.

Sumber : faunadanflora.com