METODE DAN SENI MENGAJAR BAHASA ARAB PADA ANAK ANAK

  1. Home
  2. /
  3. Pendidikan
  4. /
  5. METODE DAN SENI MENGAJAR BAHASA ARAB PADA ANAK ANAK

METODE DAN SENI MENGAJAR BAHASA ARAB PADA ANAK ANAK

Posted in : Pendidikan on by : admin

METODE DAN SENI MENGAJAR BAHASA ARAB PADA ANAK ANAK

METODE DAN SENI MENGAJAR

METODE DAN SENI MENGAJAR

Pendahuluan

Menguasai Bahasa Arab merupakan kebutuhan yang sangat urgen bagi umat Islam. Hal ini karena sumber ajaran Islam secara orisinil diturunkan dalam Bahasa Arab. Tanpa mempelajari Bahasa Arab, mustahil hukum Islam akan dapat diketahui dan bahkan ditegakkan. Kaitannya dengan mempelajari bahasa, kita tidak bisa terlepas dari metode/cara, strategi, dan seni mengajar. Dalam tulisan ini, penulis akan membahas metode, strategi, dan seni mengajar bahasa Arab bagi anak-anak. Usia anak-anak adalah usia yang paling mudah untuk mempelajari bahasa, dan penyampaian materi pada anak-anak tentulah berbeda dengan cara penyampaian untuk orang dewasa.

  1. Metode Dan Seni Mengajar Bahasa Arab Pada Usia Anak-Anak
  2. Metode Pengajaran Bahasa Arab

Secara pedagogik, metode adalah rencana menyeluruh yang berkenaan dengan penyajian materi pembelajaran (temasuk pembelajaran bahasa) secara teratur, dan tidak ada satu bagian pun yang bertentangan dengan yang lain. Dalam belajar bahasa, cara yang paling efektif adalah dengan pembiasaan. Sementara itu, pembiasaan akan efektif jika dilakukan sejak usia dini. Pembahasan rencana ini dikhususkan pada usia anak-anak karena merupakan satu tahapan usia yang penuh dengan perkembangan pesat, meliputi perkembangan kecerdasan, keterampilan, kecakapan, dan lainnya.

Bahasa merupakan kebiasaan, begitu teori bahasa yang sering dikenal karena usia anak-anak merupakan usia pembentukan kepribadian, pengembangan bakat, termasuk keterampilan bahasa. Dalam pembentukan ketiga aspek tersebut, anak tidak dapat dibiarkan berkembang sendiri. Hal ini karena anak belum mempunyai nalar yang sempurna, lingkunganlah yang mempunyai pengaruh besar.


Seorang anak Jawa yang berada di lingkungan orang Sunda sejak kecil tentu akan menguasai bahasa Sunda. Sebaliknya, anak kecil Sunda yang selalu di lingkungan orang Jawa, yang dikuasainya adalah bahasa Jawa; demikian pula bahasa Arab. Akan tetapi, bukan berarti kalau ingin belajar bahasa harus pergi ke tempat di mana bahasa itu berasal sebab lingkungan bisa diciptakan, yakni dengan kebiasaan. Bukan hanya pada usia anak, pada usia dewasa pun bisa diupayakan pembiasaan. Tahap-tahap perkembangan yang dilalui anak-anak berbeda-beda, pada prinsipnya ada dua, sebagai berikut.

  1. Tahap Sensorik Motorik (0 – 2 tahun)

Pada tahap ini anak mengalami ketidaktepatan objek. Mereka masih sesuka hati dalam menyebutkan sesuatu yang mereka kehendaki. Dalam usia ini penting juga agar mereka dikenalkan sedikit demi sedikit tentang Bahasa Arab lewat bahasa ibunya.

  1. Tahap Pra Operasional (2 – 7 tahun)

Dalam usia ini anak menggunakan fungsi simbol yang lebih besar. Perkembangan bahasa bertambah secara dramatis dengan permainan imajinasi. Dalam masa ini, sang Ibu selaku orang terdekat dengan anak harus mampu mengenalkan secara lebih detail tentang bahasa Arab, misal menyebut ibunya dengan ummi, menyebut ayahnya dengan abi atau yang lain. Bukan hanya ibunya saja, tetapi lingkungan juga harus mendukung, apalagi jika anak tersebut sudah masuk pada usia sekolah. Seorang guru diharuskan paham tentang strategi. Di bawah ini saya akan memaparkan strategi yang biasa digunakan untuk mengajarkan anak-anak.


  1. Strategi bermain

Dalam strategi ini ada lima kriteria yaitu: a) motivasi intrinsik, yakni memotivasi anak dengan cara belajar sambil bermain; dengan cara ini muncul keinginan belajar dari dalam diri anak, serta anak melakukannya dengan senang; b) bermain adalah hal yang menyenangkan; c) model bermain yang dilakukan tidak dikerjakan dengan sambil-lalu karena tingkah-laku itu tidak mengikuti pola/ aturan yang sebenarnya, melainkan lebih bersifat pura-pura; d) cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya sebab anak lebih tertarik pada tingkah-laku itu sendiri daripada hasil yang akan diperoleh; e) kelenturan, yakni ditunjukkan baik dalam bentuk maupun dalam hubungan, dan berlaku dalam setiap situasi.

Dengan bermain, kita dapat menyisipkan sedikit demi sedikit materi Bahasa Arab. Dengan bermain, anak akan mendengarkan aneka bunyi, mengucapkan sukukata maupun kosakata.

Metode seperti ini dinilai efektif sebab bermain adalah kebutuhan sekaligus cermin perkembangan anak.

Macam-macam permainan menurut Zulkifli L. dalam bukunya Psikologi Perkembangan sebagai berikut : a) Permainan Fungsi, yang diutamakan adalah geraknya; b) Bermain Konstruktif, permainan ini yang diutamakan adalah hasilnya, seperti membuat mobil-mobilan, rumah-rumahan, dan sebagainya. Dalam konteks pengajaran bahasa Arab, yang dikonstruk adalah huruf-huruf hijaiyah; c) Permainan Reseptif, sambil mendengarkan cerita-cerita/melihat-lihat buku bergambar, anak berfantasi dan menerima pesan yang membuat jiwanya sendiri menjadi aktif. Kaitannya dengan metode ini dalam cerita harus disisipkan penggalan bahasa Arab; d) Permainan Peranan, yakni anak memerankan tokoh, dan tokoh yang diperankan sedikit-sedikit menggunakan kosakata Bahasa Arab; e) Permainan Sukses, dalam permainan ini yang diutamakan adalah prestasi, seperti mengadakan kuis untuk menyebutkan benda dalam bahasa Arab.